Kompas.com - 15/04/2015, 14:39 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

BENGKULU, KOMPAS.com - Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan "musuh" utama kaum wanita. Di Indonesia, diperkirakan setiap hari muncul 40-45 kasus kanker serviks baru. Sayangnya, sebagaian besar kasus yang terdeteksi di rumah sakit sudah stadium lanjut.

Dr. Julianty Kusuma SpOG menyebutkan, di seluruh dunia, satu perempuan meninggal dalam dua menit karena penyakit ini, sementara di Indonesia satu perempuan meninggal setiap jamnya.

Kanker merupakan penyebab kematian ke tujuh, dengan persentase 5,7 persen, dan diketahui sekitar 80 persen penderita kanker ada di negara berkembang.

"Kanker leher rahim merupakan masalah besar. Terdapat 500 ribu kasus baru setiap tahun, dan kira-kira 200 ribu wanita meninggal setiap tahunnya," ujar Julianty, Selasa (14/04/2015) dalam sosialisasi gerakan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara di Bengkulu.

Kanker leher rahim, ujarnya, dapat dicegah dengan melakukan diagnosis secara berkala. Pencegahan berikutnya yakni dengan menunda hubungan seksual saat remaja, membatasi jumlah pasangan berhubungan seksual dan menolak berhubungan dengan penderita kutil kelamin.

"Kunci utama adalah melakukan screening atau pemeriksaan penapisan pada wanita berusia 18-65 tahun yang sudah melakukan hubungan seks. Dapat juga melakukan pencegahan dengan pemberian vaksin pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual maupun pada wanita yang sudah melakukan hubungan seksual," imbuhnya.

Pemerintah saat ini telah menyediakan fasilitas diagnosa kanker yang tersebar di Puskesmas yang telah ditentukan. "Ada baiknya fasilitas yang telah disiapkan pemerintah itu dimanfaatkan untuk melakukan screening kesehatan," demikian Julianty.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala kanker yang perlu diwaspadai adalah perdarahan vagina yang bersifat abnormal, seperti perdarahan setelah bersenggama, perdarahan setelah menopause, perdarahan dan bercak darah antara periode menstruasi, dan menstruasi yang lebih lama atau lebih berat dari biasanya. Rasa sakit saat bersenggama dan keputihan yang tidak normal juga perlu diwaspadai.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Health
Kulit Bersisik

Kulit Bersisik

Penyakit
4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Health
Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.