Kompas.com - 13/05/2015, 20:45 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsumsi garam secara berlebihan dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sering kali, kita tidak menyadari asupan garam dalam tubuh semakin melebihi batas. Apalagi ketika makan di restoran cepat saji.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Arieska Ann Soenarta mengatakan, saat ini banyak masyarakat di perkotaan yang lebih sering makan di restoran cepat saji. Menurut dia, gaya hidup seperti ini turut menjadi salah satu faktor meningkatnya angka hipertensi di Indonesia.

"Saat ini, terjadi pergeseran pola makan yang mengarah pada makanan cepat saji dan yang diawetkan. Kita ketahui itu mengandung garam tinggi, lemak jenuh, dan rendah serat dan ini mulai menjamur terutama di kota-kota besar di Indonesia," kata Arieska dalam diskusi yang digelar Indonesian Society of Hypertension (InaSH) di Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Makanan asli Indonesia pun banyak mengandung garam, seperti kerupuk, kecap, dan sambal. Belum lagi, saat makan di restoran cepat saji, pengunjung biasanya dapat menambahkan sendiri garam yang tersedia di meja makan. Pola makan inilah yang berdampak pada tingginya angka penderita hipertensi di Indonesia.

Menurut Ketua InaSH dokter Nani Hersunarti, pemerintah seperti Kementerian Kesehatan dapat turut andil dalam menekan angka hipertensi di Indonesia. Misalnya, dengan membuat gerakan tidak menyediakan garam tambahan di meja makan pada restoran cepat saji.

Nani mengatakan, hal ini sudah dilakukan di negara-negara maju dan penelitian menunjukkan adanya penurunan angka penderita hipertensi di negara tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang saya tahu di negara-negara Eropa, di Inggris, di Amerika pun sudah mulai tidak menyediakan garam tambahan. Ada juga sesuai request (permintaan), tapi tidak ditaruh di meja. Tidak menyediakan garam di meja saja, bisa mengurangi berapa persen hipertensi," ungkap Nani.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, jumlah penderita hipertensi di Indonesia sebanyak 25,8 persen.

Hipertensi salah satu penyumbang terbesar meningkatnya penyakit tidak menular di Indonesia. Sebab, hipertensi pun menjadi faktor utama terjadinya penyakit stroke, jantung, dan ginjal.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gangguan Makan
Gangguan Makan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.