Kompas.com - 29/05/2015, 11:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengaku heran ketika menyaksikan sejumlah remaja yang merokok sesusai berolahraga di area car free day (CFD), Jakarta. Nila pun bertanya-tanya, apakah ada manfaat dari olahraga jika setelah itu merokok?

"Setelah CFD, saya lihat mereka duduk nongkrong sambil merokok. Jadi buat apa olahraganya yah? Kalau enggak percaya, coba ke CFD," kata Nila dalam acara Second Indonesian Conference on Tobacco or Health di Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Apa yang dilihat Nila menjadi bukti banyaknya remaja yang merokok. Acara Second Indonesian Conference on Tobacco or Health di Jakarta kali ini pun mengambil tema “Save Young Generation, Save the Nation”

Menurut survei, 78 persen perokok di Indonesia ternyata sudah mulai mengenal rokok sebelum berusia 19 tahun. Bahkan, hampir sepertiga pelajar mengaku pertama kali mencoba rokok pada usia 10 tahun.

Prevalensi merokok di usia remaja pun mengalami peningkatan. Tahun 2007, perokok pada kelompok usia 15-19 tahun sebesar 33,1 persen dan kelompok usia 10-14 persen sebesar 10,3 persen. Kemudian meningkat jadi 43,3 persen pada 2010 untuk kelompok usia 15-19 tahun dan 17,5 persen pada kelompok usia 10-14 tahun.

Kondisi ini sungguh memprihatinkan, mengingat mereka yang sudah merokok pada usia muda lebih berisiko terkena penyakit yang diakibatkan racun dari rokok. Biaya yang dikeluarkan untuk mengobati penyakit terkait rokok pun meningkat. Untuk itu, munculnya perokok baru pada usia muda harus dicegah. Menurut Nila, konsumsi rokok dapat merusak kualitas generasi muda.

"Kita mau menyelamatkan anak muda kita, generasi muda. Sesuai nawacita presiden, yaitu meningkatkan kualitas SDM. Bagaimana ekonomi Anda jadi baik kalau Anda tidak sehat, akhirnya tidak pandai. Ini yang harus disadari,” ungkap Nila.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.