Kompas.com - 08/06/2015, 08:05 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com
- Sebelum berpuasa, penyandang diabetes direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter yang menanganinya. Selain untuk mengetahui kondisi kesehatannya (terkait kadar glukosa darahnya terkontrol atau tidak) dan memberikan penyesuaian yang diperlukan, dokter akan memberikan saran atas asupan nutrisi serta olah raga selama menjalani ibadah puasa Ramadan. 

Di seluruh dunia, lebih dari 50 juta orang dengan diabetes berpuasa selama bulan Ramadan. Dengan sekitar 43 persen muslim diabetesi tipe 1 dan 79 persen muslim penyandang diabetes tipe 2 berpuasa. 

Adrifaza Baraka (24), termasuk di antara muslim diabetesi tipe 1 yang turut berpuasa. Diakui, ia tidak berpuasa penuh selama puasa Ramadan itu. "Ada 3-4 hari saya tidak bisa berpuasa penuh," terang penyandang diabetes tipe 1 ini. 

Puasa dibatalkan karena mengalami tanda hipoglikemi atau hasil cek glukosa darahnya menunjukkan hipoglikemi. Tetapi, bila setelah dicek glukosa darah tidak hipoglikemi, Adri akan melanjutkan puasanya hingga Magrib tiba. 

Saat berbuka, Adri yang didiagnosis DM tipe 1 saat kelas 2 SMA ini, akan minum teh manis dengan gula pemanis buatan. Setelah itu, menyantap makanan terdiri dari nasi, sayur, dan lauk. "Setelah solat tarawih, kalau masih ingin mengemil, secukupnya saja. Ya, 2-3 potong siomay, cukup," lanjut Adri 

Di waktu sahur, ia akan memperbanyak konsumsi buah dan menyantap nasi, sayur, dan lauk. "Secukupnya saja. Yang penting itu disiplin dan menjaga makanan," saran Adri yang sebelum berpuasa, berkonsultasi terlebih dulu dengan dokternya ini. 

Untuk asupan makanan pada diabetesi yang berpuasa, Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD-KEMD, menganjurkan diet yang sehat dan seimbang. "Hindari mengonsumsi banyak karbohidrat sederhana dan gula saat berbuka puasa. Kalau ingin makan kurma, cukup 2-3 buah saja," terang Guru Besar Fakultas Kedokteran UI ini. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat sahur, dianjurkan mengonsumsi karbohidrat komplek supaya tidak terlalu lapar di siang hari. Karbohidrat komplek ini akan dilepaskan perlahan di usus sehingga Anda lebih tahan kenyang dalam waktu cukup lama. 

Sebelum dan setelah puasa, sertakan makanan tinggi serat seperti buah, sayur, salad, dan biji-bijian utuh. Tambahkan asupan cairan dari waktu berbuka hingga sahur dan hindari makanan tinggi lemak maupun bersantan. 

Terkait dengan buah, Prof. Pradana lebih menyarankan untuk dikonsumsi utuh. Tidak diblender maupun dijus. Katakanlah, kalau dijus, diperlukan tiga buah jeruk yang kalorinya akan bertambah. Dibandingkan hanya mengonsumsi satu buah jeruk saat disantap langsung. 

Hal senada juga diutarakan dr. Herry Nursetiyanto, Sp.PD-KEMD. Menurut konsultan endokrin metabolik diabetes di RS Puri Cinere ini, buah potong menjadi pilihan karena mengenyangkan dan ukurannya bisa dihitung. 

Sementara itu, olah raga bagi diabetesi yang berpuasa sebaiknya dilakukan menjelang berbuka. Olah raga yang dilakukan, sebut dr. Herry adalah bukan aerobik. "Cukup olah raga di tempat saja. Sekitar 20-30 menit sebelum berbuka," ujar dr. Herry.  

Ketika berpuasa, Prof. Pradana menganjurkan diabetesi untuk melakukan tes glukosa darah mandiri. "Cek menjelang berbuka, malam hari setelah solat tarawih, dan menjelang sahur sehingga tahu pola kadar glukosa darahnya," imbuh Prof. Pradana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

Health
13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

Health
Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.