Kompas.com - 09/07/2015, 11:12 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengenai adanya kandungan klorin dalam produk pembalut yang beredar di Indonesia, beberapa produsen pembalut mengklaim produk mereka tak memakai klorin atau pemutih.

"Produk kami tidak menggunakan klorin. Lagi pula setiap produk yang beredar di pasaran memiliki izin edar dan sudah dinyatakan aman," kata Ekayani, Marketing Manager PT.Softex Indonesia, ketika dihubungi Kompas.com (9/7/15).

Eka menjelaskan, bahan baku penyerap yang dipakai dalam produk pembalut atau produk popok bayi sekali pakai menggunakan pulp yang diimpor dan tidak memakai klorin. "Beberapa brand yang jadi pemain utama di produk pembalut juga memakai puff dari perusahaan yang sama," ujarnya.

Ia mengatakan, tisu yang dipakai dalam produk pemutih memang menggunakan pemutih. "Kalau tidak pakai pemutih warnanya akan coklat, tapi pemutihnya yang nonklorin," katanya.

Penjelasan yang sama juga disampaikan oleh PT.Unicharm Indonesia dalam situsnya. Mereka mengklaim pulp yang digunakan sebagai salah satu bahan penyerap pada proses pembuatan dilakukan pemutihan, tapi dilakukan tanpa memakai gas klorin (CI2) yang dapat menimbulkan dioxin.

Menurut Eka, YLKI seharusnya menjelaskan secara detail cara pengujian kandungan klorin yang dilakukannya. "Semua produk pembalut atau pantyliner dites secara berkala oleh BPOM RI dan hasilnya dikonfirmasi ke Kementrian Kesehatan," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.