Kompas.com - 03/10/2015, 13:00 WIB
Gerbang kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir diselimuti kabut yang sangat tebal, Sabtu (19/9/2015). KOMPAS.COM/AMRIZA NURSATRIAGerbang kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir diselimuti kabut yang sangat tebal, Sabtu (19/9/2015).
|
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan yang belum bisa ditangani di wilayah Sumatera dan Kalimantan menyebabkan puluhan ribu warga terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), ribuan warga menderita iritasi kulit dan mata, dan ratusan lainnya sudah terkena pneumonia, dan dua diantaranya meninggal dunia.

Lantas, apakah paparan kabut asap bisa memberikan efek jangka panjang bagi kesehatan tubuh dan menyebabkan kanker paru? Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Persahabatan Agus Dwi Susanto mengatakan, secara teori bisa terjadi penurunan fungsi paru-paru jika teriritasi terus-menerus karena terpapar zat berbahaya.

Selain itu, dalam kabut asap mengandung partikel m10 yang bersifat karsinogen. "Karsinogen itu bahan yang berpotensi kanker. Artinya orang yang terpajan karsinogen bisa berisiko. Tetapi sampai saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa terpajan kebakaran asap menyebabkan kanker," terang Agus di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Agus menjelaskan, untuk menjadi kanker paru butuh paparan karsinogen dalam waktu bertahun-tahun dan terjadi secara kontinyu seperti pada seorang perokok. Sedangkan dalam kasus kabut asap, warga tentunya tak lagi terpapar karsinogen jika bencana kabut asap berakhir. Sebab, tubuh memiliki kemampuan untuk membersihkan ketika kembali menghirup udara segat.

"Secara fisiologi, tubuh punya kemampuan untuk membersihkan. Kalau orang-orang menghirup udara kotor, besoknya (menghirup) udra bersih, maka pembersihan tubuh akan bekerja," jelas Agus.

Meski belum ada data di Indonesia, penelitian di luar negeri mengungkapkan terjadinya kematian dini pada 1.000-2000 orang per tahun akibat sering terpapar polusi udara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.