Kompas.com - 30/10/2015, 13:00 WIB
Ilustrasi Thinkstock.comIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Fobia bukanlah hal baru. Berasal dari bahasa Yunani, phobos, yang berarti takut. Takut dan cemas terhadap sesuatu itu normal dan wajar, tetapi gangguan ketakutan yang luar biasa atau berlebihan itu tidak wajar.

Fobia adalah ketakutan yang berlebihan pada sesuatu tanpa ada penyebab objektif pada saat ketakutan itu muncul.

Reaksi ketakutan yang muncul tidak sebanding dengan objek yang ditakutkan. Bahkan dalam beberapa kasus, ketakutan tersebut bisa muncul tanpa adanya penyebab nyata.

Misalnya, ketakutan muncul ketika mendengar kata 'kucing' dan melihat gambar kucing, padahal secara objektif keduanya (kata dan gambar) tidak berpotensi menimbulkan bahaya.

Penyebab fobia bervariasi, namun esensinya sama yaitu kecemasan terhadap sesuatu dan tidak berdaya untuk melakukan tindakan apapun.

Biasanya pada saat itu orang yang bersangkutan berada dalam kondisi tidak siap baik fisik maupun psikis.

Bagi orang lain, penyebab fobia terkesan sederhana dan sepele. Sesuatu yang tidak terpikirkan untuk 'ditakuti'.
Kucing, nasi putih, karet gelang, cicak, pisang, ruangan, dan sebagainya adalah sederetan hal yang bisa jadi menakutkan bagi orang tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kita tidak bisa meremehkan dan berkata, "Masa gitu aja takut?" Sebab pengalaman mereka dengan hal-hal tersebut yang menjadikannya fobia.

Bagaimana menangani orang dengan fobia? Sekarang ini ahli penyembuh fobia bertebaran. Mereka meng-klaim bahwa teknik mereka mampu menghilangkan fobia dalam waktu singkat.

Saya pribadi kurang tahu persis teknik apa saja yang digunakan pada ahli penyembuh yang bukan psikolog itu dan tidak ingin berkomentar soal itu.

Halaman:

Sumber Kompasiana
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.