Kompas.com - 27/11/2015, 17:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Di mana pun orang Jepang dari segala usia selalu memperlihatkan perilaku disiplin. Pelajaran disiplin dimulai di rumah sejak usia dini. Kedekatan dengan ibu ternyata berperan penting dalam menanamkan disiplin.

"Dalam budaya Jepang, disiplin itu seperti jahitan jelujur yang sifatnya sementara diberikan dalam pengasuhan sampai si anak bisa melakukan semuanya sendiri," ujar psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi dalam sebuah acara mengenai pengasuhan anak cara Jepang.

Menurutnya, disiplin itu berawal dari ibu. "Kelekatan dengan ibu itu sangat diutamakan. Itu sebabnya, di Jepang anak dan ibu tidak terpisahkan. Dari lahir, bayi selalu dibawa ibunya ke mana-mana."

Selama dua tahun bonding atau kedekatan anak dan ibu terbentuk dengan baik. Anak harus punya rasa percaya dengan ibunya. "Ini adalah dasar dari segalanya. Penanaman disiplin tidak akan jalan jika ibu tidak dekat dengan anak," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Mengenai kesulitan ibu bekerja yang tak selalu bisa dekat anaknya, Ita memberikan saran untuk membangun kedekatan,"Selalu ciptakan waktu bersama yang berkualitas dengan anak. Misalnya sekitar 10-15 menit setiap hari."

Agar disiplin ini dapat tertanam dalam diri anak, sebelum anak lahir ibu sebaiknya membiasakan diri memiliki aktivitas teratur. "Lalu ketika sudah cukup besar, anak diajarkan mandiri untuk mengurus diri sendiri. Di Jepang anak usia tujuh sudah mandi dan pakai baju sendiri. Berangkat sekolah juga sendiri," ujarnya.

Dalam mengajari kemandirian mengurus diri sendiri, tentu ibu harus sabar dan tak lelah mengawasinya. Dalam sekali dua kali anak belum tentu langsung bisa melakukannya. Kemudian ketika anak sudah bisa melakukan sendiri, jangan pelit memberi pujian," saran Ita.

"Orang tua juga perlu menyadari untuk memberi teladan, bukan hanya ceramah. Anak itu tumbuh dari proses pembiasaan. Ketika sudah terbiasa, kebiasaan hidup disiplin itu akan terbawa hingga dia dewasa," katanya.

Anak-anak Jepang yang mandiri dan disiplin ini ternyata memiliki literasi dan nilai lebih tinggi. Hal ini pernah diteliti oleh Nobuko Uchida dari Universitas Tsukuba. Penelitian itu melibatkan anak-anak dari China, Jepang dan Korea.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.