Kompas.com - 11/12/2015, 11:09 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

Penelitian observasional yang dilakukan di Swedia,  dipimpin oleh Prof. Karl Michaëlsson, memberikan data yang sebaliknya. Terutama mengenai hubungan antara susu dengan kesehatan tulang.

Peneliti berhipotesis bahwa konsumsi susu dalam dosis tinggi dapat  meningkatkan stres oksidatif, dan ini dapat meningkatkan angka kematian dan patah tulang.

Hipotesis tersebut didasarkan pada indikasi bahwa susu adalah  sumber  utama D-galaktosa. Dari galaktosa ini terbentuklah setidaknya setengah dari seluruh laktosa di dalam susu.

Bukti eksperimen pada berbagai spesies hewan menunjukkan, bahwa paparan kronis D-galaktosa dapat merugikan kesehatan dalam bentuk; menyebabkan penuaan dini yang berujung pada umur yang lebih pendek.


Konsekuensi ini terjadi karena stres oksidatif, inflamasi kronis, degenerasi saraf, penurunan respon imun dan perubahan transkripsi gen.

Kaitan susu dengan tingkat kematian

Untuk menguji hipotesis mereka, para peneliti mengamati  dua kelompok masyarakat untuk menganalisa hubungan antara konsumsi susu dengan tingkat kematian dan fraktur tulang:

Kelompok pertama:  61.433 wanita, berusia 39-74 di 1987-1990

Kelompok kedua:  45.339 pria, berusia 45-79 tahun 1997

Peserta diminta mengisi  kuesioner mengenai pola dan jenis makanan yang mereka konsumsi, termasuk susu dan produk turunanya, informasi gaya hidup, berat dan tinggi badan,  tingkat pendidikan, status perkawinan dan kebangsaan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.