Kompas.com - 28/12/2015, 18:00 WIB
Kemacetan arus mudik terjadi di pintu keluar tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (25/7/2014). Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi antara Jumat hingga Sabtu ini. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOKemacetan arus mudik terjadi di pintu keluar tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (25/7/2014). Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi antara Jumat hingga Sabtu ini.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Banyak orang melakukan perjalanan jauh saat libur panjang di penghujung tahun ini. Namun, jangan sampai melupakan kondisi kesehatan Anda. Berbagai masalah kesehatan bisa muncul saat perjalanan jauh, salah satunya trombosis atau pembekuan darah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Karmel Lidow Tambunan di Jakarta, Selasa (20/10/2015) lalu mengatakan, trombosis dapat terjadi ketika terlalu lama tidak bergerak atau terlalu lama duduk di kendaraan.

Ia menjelaskan, terlalu lama duduk membuat aliran darah tidak lancar, stasis atau perlambatan aliran darah. Jika dibiarkan tidak bergerak terlalu lama, bisa mengakibatkan pembekuan darah pada vena bagian dalam di kaki atau dikenal dengan deep vein thrombosis (DVT).

Nah, Anda yang melakukan perjalanan jauh dengan mobil, bus, kereta, hingga pesawat terbang berisiko mengalami trombosis ini. Apalagi jika menempuh jalur darat dengan macet luar biasa. Terjebak macet panjang bisa menambah waktu perjalanan sehingga bagian kaki kurang gerak.

Karmel mengungkapkan, kasus trombosis juga kerap ditemui pada penumpang pesawat yang melakukan perjalanan di atas 4 jam. Masalah trombosis ini dikenal dengan economy class syndrome.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik Cosphiadi Irawan menambahkan, selama 90 menit kaki tidak bergerak saja bisa menyebabkan aliran darah tidak lancar.

"Jadi harus meluruskan kaki. Setiap dua jam sekali harus bergerak supaya aliran darahnya kembali normal. Biasanya terasa kalau sudah terlalu lama duduk, terasa kebas," terang Cosphiadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berakibat fatal
Trombosis juga bisa menyebabkan kematian mendadak. Hal ini bisa terjadi ketika trombosis di kaki terjadi dan menjalar ke pembuluh darah di jantung, paru-paru, hingga otak.

Ada tiga hal yang memicu trombosis, yaitu perlambatan aliran darah atau stasis, kekentalan darah, dan kelainan atau kerusakan pembuluh darah. Faktor risiko trombosis antara lain usia di atas 45 tahun, obesitas, genetik, hingga kehamilan.

Trombosis sebenarnya memunculkan gejala, seperti kaki bengkak, terasa nyeri, kemerahan di area tertentu, pelebaran pembuluh vena di permukaan kulit, dan kulit terasa hangat jika diraba. Namun, gejala ini sering kali tidak muncul atau tak disadari penderitanya.

Untuk menghindari trombosis, lakukanlah peregangan kaki ketika terlalu lama duduk. Lakukanlah gerakan memutar-mutar pergelangan kaki, mengangkat paha, berdiri, atau berjalan-jalan. Senam ringan bisa dilakukan saat dalam kendaraan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X