Kompas.com - 31/12/2015, 14:55 WIB

KOMPAS.com – Depresi bisa datang dalam berbagai bentuk. “Mulai dari yang ringan hingga yang berat dan bersifat melemahkan. Ini juga bisa terjadi pada siapa saja dan penyebabnya bisa beragam,” ujar Josie Znidarsic, dokter keluarga dari klinik Cleveland.

Pada sebagian orang, hormon dan warisan genetik bisa menjadi faktor terbesar. Namun, selain itu ada berbagai penyebab tersembunyi depresi yang sering tidak diketahui.

 

1. Penyakit kronis

Memiliki penyakit kronis tak hanya membuat kita terganggu secara fisik tapi juga emosional. Orang yang menderita penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes dan kanker lebih mungkin terkena depresi, menurut Centre for Disease Control and Prevention.

Ilmuwan belum menentukan mana yang menjadi penyebab dari yang lain, namun para ahli menekankan bahwa ada cara khusus untuk mengelola gangguan kesehatan mental ketika kita bekerja dengan penyakit kronis.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Merokok

Sebuah studi di Inggris pada tahun 2015 menemukan, bahwa perokok kemungkinan besar menderita kegelisahan dan depresi dibanding dengan yang bukan. Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa merokok bisa jadi sumber kecemasan karena ketika tidak memiliki rokok, mereka cemas, kata para peneliti.

"Rasa 'tinggi' yang Anda dapatkan dari rokok tidak berguna karena bisa merusak tubuh Anda," ujar kepala petugas kesehatan Klinik Cleveland Michael Roizen sebelumnya mengatakan pada HuffPost.

Jika Anda ingin mencari tahu apa yang memberikan rasa 'tinggi' yang tidak merusak atau berkontribusi terhadap penyakit tersebut, lakukan dengan menemukan gairah yang Anda cintai. Mulai dari berolahraga, berbicara dengan teman atau memasak. Itu akan membantu, terutama untuk masalah depresi.

 

3. Menggunakan media sosial secara berlebih

Media sosial hanya mengungkapkan sekilas dari kehidupan si pengguna, yang tidak akurat untuk menggambarkan realitasnya. Anda mungkin akan mendapati diri Anda terjebak melawan mereka.

Ini adalah proses bawah sadar yang peneliti sebut dengan "perbandingan sosial" dan dapat menyebabkan depresi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Social and Clinical Psychology.


Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.