Kentang Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe-2

Kompas.com - 02/01/2016, 11:05 WIB
Kentang ShutterstockKentang
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Mengonsumsi kentang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 dan mengganti kentang dengan biji-bijian dapat menurunkan risiko diabetes tipe-2, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan secara online pada 17 Desember di situs jurnal Diabetes Care.

"Kentang dianggap salah satu jenis sayuran oleh Pedoman Makan Sehat yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Namun menurut saya, seharusnya kentang tidak  dianggap sebagai komponen kunci dari diet yang sehat. Kentang harus dianggap sebagai sumber karbohidrat seperti biji-bijian, dan bukan sayuran, " kata Isao Muraki, MD, PhD, dari Osaka Center for Cancer and Cardiovascular Disease Prevention, Japan, dan Harvard TH Chan School of Public Health, Boston, Massachusetts.

"Kentang mengandung sejumlah besar tepung dan relatif rendah serat, vitamin, mineral dan polifenol, dibanding jenis sayuran lain," tambah Muraki.

Tingginya kandungan karbohidrat berkualitas rendah di dalam kentang menyebabkan peningkatan risiko diabetes tipe-2.

Selain itu, masih menurut Muraki, kentang yang dipanaskan menyebabkan kulitnya lebih mudah dicerna dan bisa menaikkan kadar gula darah dengan lebih cepat.

 

Kentang, Termasuk Jenis Sayuran atau Bukan?

Apakah kentang termasuk jenis sayuran atau bukan, telah menjadi bahan 'perdebatan' antara ilmuwan Amerika Serikat dan Inggris.

Panduan makan sehat yang dirilis oleh pemerintah AS, MyPlate, dan Review of Special Supplemental Nutrition Program for Women, Infant, and Children Food Packages yang dipublikasikan oleh Institute of Medicine, menyebutkan bahwa kentang adalah jenis sayuran yang sehat.

Sementara panduan nasional makan sehat yang dikeluarkan pemerintah Inggris, EatWell, mengategorikan kentang ke dalam kelompok yang sama dengan sereal. Inggris menyatakan, bahwa kentang bukan termasuk jenis sayur apapun.

Sebelum menanggapi perdebatan dua negara maju itu, ada baiknya kita melihat dulu hasil sebuah penelitian  yang mengombinasikan data gabungan tiga studi besar.

Halaman:

Sumber Medscape
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X