Kompas.com - 07/01/2016, 14:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Banyak mitos yang beredar mengenai penggunaan pil KB. Ada yang mengatakan pil KB bikin gemuk, mengganggu kesuburan, atau bikin wanita jadi cantik. Lalu, ada juga yang mengatakan pil KB bikin moody. Benarkah begitu?

Salah satu efek samping penggunaan alat kontrasepsi ini memang perubahan suasana hati (mood swing), dan beberapa perempuan mengaku mengalaminya dalam kondisi yang parah.

"Mereka mulai menangisi hal-hal remeh, mudah marah, jadi gampang tersinggung," ujar Dr Veetha Venkat, konsultan kebidanan dan direktur Harley Street Fertility Clinic, mengacu pada pengalaman pasiennya.

Mood swing ini menurutnya disebabkan kandungan estrogen dalam pil KB. Hormon sintetis ini diberikan dalam kadar yang lebih tinggi daripada yang ada di dalam tubuh, sehingga membuat kita lebih emosional.

Namun, perempuan yang mengalami gejala pre-menstrual syndrome (PMS), seperti jerawat, kelelahan, dan lekas marah, seringkali melihat gejala-gejala ini mereda ketika mereka mulai mengonsumsi pil, karena hal itu membuat hormon mereka tidak naik turun.

Bagaimana hormon-hormon memengaruhi mood sebenarnya tidak diketahui dengan jelas, demikian menurut Profesor Saffron Whitehead, ahli endokrinologi di St George’s Hospital, South London.

"Kita tahu estrogen bertindak di sistem limbik pada otak, yang berkaitan dengan mood. Tapi para ilmuwan tidak yakin dari mana datangnya mood. Yang kita tahu, hormon itu memengaruhi otak kita," jelasnya.

Selama bertahun-tahun, para peneliti memang telah banyak meneliti apakah kontrasepsi memang menyebabkan depresi. Pada tahun 2013, sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology mendapati bahwa perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal menunjukkan gejala depresi yang lebih rendah daripada mereka yang menggunakan kontrasepsi non-hormonal.

Pada tahun-tahun sebelumnya, studi berhasil membuktikan bahwa pil KB memang memicu depresi. Tahun 2005, misalnya, Profesor Jayashri Kulkarno dari Monash University membandingkan gejala depresi di antara orang-orang yang memakai dan tidak memakai pil KB.

Ia mendapati bahwa perempuan yang mengonsumsi pil KB memiliki tingkat depresi rata-rata sebesar 17,6, sedangkan mereka yang tidak mengonsumsi pil KB tingkat depresinya 9,8. Itu artinya, pengguna pil KB cenderung lebih rentan mengalami depresi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber NAKITA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.