Kompas.com - 23/01/2016, 18:10 WIB
Ilustrasi thinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com – Mengonsumsi susu atau cairan manis lainnya menggunakan dot sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan sebelum anak tidur. Kebiasaan "ngedot" tersebut merupakan penyebab utama gigi berlubang atau rampan karies pada anak.

Menurut penjelasan drg Rudy Kurniawan, spesialis kedokteran gigi anak, rampan karies merupakan infeksi yang merusak struktur gigi.

"Penyakit ini akan menyebabkan gigi anak semuanya berlubang. Kondisi ini dapat membuat tampilan gigi anak tampak sangat buruk," katanya dalam acara temu media di RaDental Clinic RSIA Grand Family Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara (22/1/16).

Karies yang terjadi akan memengaruhi proses tumbuh kembang dan erupsi gigi permanennya. Gigi berlubang juga membuat anak merasa nyeri dan susah makan.

“Seharusnya, saat tidur ada kelenjar liur yang akan membersihkan gigi di malam hari. Namun karena ada susu yang diminum, proses pencucian gigi ini menjadi tak benar sehingga menyebabkan semuanya (gigi) berlubang,” paparnya.

Selain mengedot, mengempeng dan terlalu banyak makan makanan manis seperti coklat dan permen juga menjadi penyebab gigi berlubang.
 
Ia menambahkan, minum susu atau mengonsumsi makanan manis memang kesukaan anak-anak. Namun orang tua harus mengimbanginya dengan perawatan kebersihan gigi dan mulut.

“Hal tersebut harus dilawan dengan sikat gigi dan kumur-kumur yang baik. Namun, jangan setiap hari juga anak dibiarkan mengonsumsi coklat dan permen,” ujarnya.

Jika karies telah terjadi pada anak, ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk menangatasinya.

“Pertama orang tua harus mengubah kebiasaan buruk anak seperti menyusu sambil tidur atau terlalu sering ngemil. Selain itu, jika anak biasa sikat gigi hanya dengan air biasa, haruslah diubah dengan menggunakan pasta gigi," sarannya.

Bila si kecil terbiasa ngedot sebelum tidur, ajak ia menyikat gigi setelahnya. Atau, gantilah susu atau cairan manis dengan air putih.

Frekuensi menyikat gigi juga harus lebih sering, yaitu 2-3 kali sehari. "Yang tak kalah penting, waktu menyikat gigi juga jangan terlalu cepat, minimal 1-2 menit,” katanya.

Sejak gigi anak tumbuh, orangtua juga sebaiknya mengajak anak memeriksakan giginya ke dokter gigi.  (Gibran Linggau)


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X