Kompas.com - 04/02/2016, 12:45 WIB
Seorang pasien DBD di RSUD kota Depok terpaksa harus di rawat di selasar rumah sakit akibat terbatasnya tempat tidur di rumah sakit tersebut. Rabu (4/2/2016). Akhdi martin pratamaSeorang pasien DBD di RSUD kota Depok terpaksa harus di rawat di selasar rumah sakit akibat terbatasnya tempat tidur di rumah sakit tersebut. Rabu (4/2/2016).
|
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengungkapkan sebanyak tujuh provinsi di Indonesia telah ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD).

Tujuh provinsi tersebut adalah Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Bali, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Banten.

Untuk itu, Nila mengimbau warga terus melakukan pencegahan berkembangnya nyamuk demam berdarah di lingkungan masing-masing. Salah satunya dengan memberantas sarang nyamuk dan jentiknya.

"Mencegah jangan ada air beraih tergenang. Menguras menutup, mengubur (3M). Di sekolah-sekolah juga," kata Nila di RS Dharmais, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Memberantas nyamuk dengan rumus 3 M terdiri dari menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah.

Upaya pencegahan juga bisa dilakukan dengan menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air, dan melindungi diri dari gigitan nyamuk seperti menggunakan obat antinyamuk atau menggunakan kelambu saat tidur.

"Mari kita cegah. Kesempatan nyamuk berkembang karena musim hujan belum habis sampai Maret," imbuh Nila.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai KLB di tujuh provinsi, Nila mengaku telah meminta semua Dinas Kesehatan untuk bergerak melakukan penanganan.

Seperti diwartakan Harian Kompas (4/2/16), Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementrian Kesehatan Oscar Primadi, mengatakan, Kemenkes siap menyokong kebutuhan logistik kesehatan daerah yang mengalami KLB DBD.

Kemenkes sejak Oktober 2015 telah mengingatkan daerah untuk bersiap mengantisipasi terjadinya KLB DBD . Fasilitas kesehatan di daerah juga diharapkan sudah siap menerima lonjakan pasien DBD.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Health
Psikosis

Psikosis

Penyakit
4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.