Kompas.com - 04/03/2016, 17:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio akan digelar serentak di 32 provinsi seluruh Indonesia pada 8-15 Maret 2016. Khusus Provinsi Bali, PIN Polio akan digelar pada 15-22 Maret 2016.

Sementara itu, PIN Polio tidak digelar di Yogyakarta karena provinsi itu sudah tak lagi menggunakan vaksin polio tetes.

"Pemberian imunisasi polio pada anak usia 0 sampai 59 bulan dengan vaksin tetes," ujar Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (4/3/2016).

PIN akan dilaksanakan di pos PIN, posyandu, polindes, posdeskes, puskesmas, puskesmas pembantu, hingga rumah sakit. Selain itu, imunisasi juga akan dilakukan di pos pelayanan imunisasi di bawah koordinasi dinas kesehatan setempat, seperti sekolah, pasar, terminal, pelabuhan, dan bandara.

"Kita berikan juga sampai di bandara. Jadi, kalau ada orang asing bawa bayi dari luar, juga kita berikan vaksin polio," lanjut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan HM Subuh.

Subuh mengungkapkan, target cakupan vaksinasi polio tahun ini lebih dari 95 persen. Saat ini terdapat sekitar 23 juta anak-anak Indonesia dari total 250 penduduk Indonesia. Ia memastikan distribusi vaksin polio sudah siap dilakukan di setiap daerah.

Indonesia sebenarnya telah dinyatakan bebas polio oleh World Head Organization (WHO) sejak 27 Maret 2014. Kasus penyakit polio terakhir ditemukan pada 2006. Itu pun kasus virus polio impor.

PIN Polio kali ini untuk memastikan tidak ada lagi kasus polio sesuai permintaan global. Saat ini, tersisa dua negara yang belum bebas polio, yaitu Pakistan dan Afganistan.

Meski telah dinyatakan bebas polio, risiko penyebaran virus masih tetap ada selama masih ada virus polio liar di dunia. PIN Polio bertujuan untuk pencapaian eradikasi polio atau mewujudkan bebas polio di seluruh dunia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insufisiensi Pulmonal

Insufisiensi Pulmonal

Penyakit
4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

Health
Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.