Kompas.com - 10/03/2016, 10:10 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com- Keinginan untuk menurunkan berat badan seringkali kalah dengan godaan makanan enak. Apalagi, terkadang kita juga mudah sekali lapar walau belum lama makan.

Sebenarnya ada cara mudah untuk menaklukkan rasa lapar, yakni melakukan jalan kaki. Penelitian menunjukkan, aktivitas fisik jauh lebih efektif dibandingkan berpantang makanan untuk membatasi asupan kalori.

Para responden wanita yang berpantang makanan ternyata makan sepertiga lebih banyak dibandingkan dengan saat mereka mengalihkan rasa laparnya dengan berolahraga.

Penelitian itu dilakukan terhadap 12 wanita. Mereka dimonitor kadar hormon, psikologi dan respon perilakunya pada aktivitas fisik dan juga saat menolak makanan.

Saat mereka berpantang makanan, kadar "hormon lapar" ghrelin meningkat, dan level hormon penekan rasa lapar peptide YY berkurang.

Hasil penelitian ini juga berbeda dengan anggapan banyak orang yang mengatakan olahraga justru menyebabkan perut mudah lapar.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga tidak membuat perut mudah lapar atau kita makan lebih lahap, paling tidak beberapa jam setelah berolahraga," kata Dr.David Stensel, peneliti bidang metabolisme.

Mengonsumsi makanan yang rendah lemak dan tinggi protein, seperti daging sapi, unggas, atau ikan, juga memiliki efek mengenyangkan. Kombinasikan dengan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, sehingga perut lebih lama kenyang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Mengobati Kanker Usus, Terapi Obat sampai Operasi

6 Cara Mengobati Kanker Usus, Terapi Obat sampai Operasi

Health
Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.