Kompas.com - 28/03/2016, 19:51 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Kandungan vitamin dan antioksidan dalam buah memang bisa membantu anak-anak mendapatkan nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang mereka. Namun, sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti dari University of Liverpool di Inggris, menyarankan orang tua untuk berhati-hati dalam memberikan minuman buah kemasan kepada anak-anak mereka.

Para peneliti menemukan, sudah banyak minuman buah kemasan yang dijual secara komersial seperti jus atau smoothie yang mengandung gula dalam kadar yang “jahat”.

Meskipun penambahan gula pada minuman dianggap wajar, peneliti mendapati, kandungan gula alami dalam buah-buahan sudah cukup tinggi. Sehingga, bila jus atau smoothie ditambahkan pemanis, dapat memberikan risiko kesehatan jangka panjang bagi anak-anak.

Bentuk gula yang ditemukan dalam buah segar secara kimiawi sama dengan bentuk gula yang ditemukan dalam gula halus pada minuman buah kemasan, namun serat pada minuman buah kemasan telah diproses, sehingga mudah dipecah dalam tubuh.

Hal tersebut dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat, yang jika tidak dibakar dengan cepat pula, dapat mengakibatkan kenaikan berat badan.

Penulis studi Simon Capewell mengatakan, meskipun orangtua sudah berusaha mengontrol asupan gula bagi anak-anak mereka, kandungan gula yang tinggi dalam minuman buah kemasan dapat merusak usaha tersebut.

Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa banyak produk minuman buah kemasan yang dirancang untuk kebutuhan gizi orang dewasa yang aktif, bukan anak kecil.

"Kandungan gula dari minuman buah kemasan, termasuk jus buah alami dan smoothie ditemukan sangat tinggi," kata Capewell. "Dan smoothie adalah pelanggar terburuk."

Brigitte Zeitlin, seorang ahli diet menambahkan, "Buah yang tinggi gula dikenal sebagai fruktosa. Meskipun gula tersebut berasal dari sumber yang sehat, Anda tetap perlu membatasi asupannya."

Misalnya, dua buah apel berukuran besar memiliki jumlah gula yang hampir sama dengan satu botol kecil soda, menurut laporan Authority Nutrition.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sirosis
Sirosis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.