Kompas.com - 29/03/2016, 07:10 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Jerawat merupakan masalah umum pada remaja. Hampir semua remaja pernah memiliki jerawat di wajah. Tak hanya pada remaja, jerawat juga bisa muncul pada orang dewasa karena berbagai penyebab, salah satunya ketidakseimbangan hormon androgen.

Dokter kulit dari Rumah Sakit St Vincent, Melbourne, Australia, Michelle Rodrigues mengatakan, jerawat adalah masalah kulit berupa peradangan. Sayangnya, banyak remaja yang tidak mengatasi jerawat mereka dengan benar.

Melihat jerawat di wajah sering kali membuat tangan gatal untuk memencetnya atau mengeluarkan isi jerawat dengan harapan jerawat menjadi kempis. Padahal, memencet sendiri jerawat di wajah justru memperparah kondisi jerawat dan kulit wajah.

Michelle mengatakan, memencet sendiri jerawat dengan jari-jari Anda yang belum tentu bersih merupakan kejahatan terhadap kulit. Memencet jerawat akan membuat peradangan lebih buruk dan pada akhirnya bisa terbentuk jaringan parut pada kulit bekas jerawat.

Michelle menjelaskan, di bawah kulit yang berjerawat mengadung minyak dan kuman yang menyebabkan peradangan. Memencet jerawat justru bisa mendorong isi jerawat ke kulit di sekitarnya. Jerawat akan mengalami infeksi dan berbekas warna kehitaman.

Jika sudah terbentuk jaringan parut, sifatnya akan permanen sehingga kulit wajah tak lagi mulus.

Sebenarnya, banyak orang tahu, memencet jerawat dengan tangan sendiri adalah tindakan yang salah.

Menurut Michelle, jika bisa menahan keinginan untuk memencet atau sekedar menyentuh, jerawat bisa hilang dalam waktu seminggu tanpa bekas. Isi berwana putih pada beberapa jenis jerawat bisa keluar dengan sendirinya tanpa perlu dipencet.

Jika jerawat selama berbulan-bulan tidak hilang, pergilah ke dokter kulit untuk mengetahui penyebabnya. Michelle mengatakan, mengatasi jerawat terkadang tak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Konsumsilah makanan sehat, rendah gula, seperti kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, dan ikan.

Hindari konsumsi susu sapi terlalu berlebihan karena menurut beberapa penelitian bisa meningkatkan risiko kulit berjerawat. Akan tetapi, dokter perlu melihat dampak makanan per hari terhadap munculnya jerawat pada pasien sebelum merekomendasikan asupaan makanan. Minum susu boleh saja jika ternyata tidak memperburuk jerawat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Dailymail

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.