Kompas.com - 10/05/2016, 15:09 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Lampin atau membedong bayi merupakan cara tradisional membungkus bayi dengan kain. Konon, membendong dapat membuat bayi tidur dengan tenang, karena hangat dan mirip saat masih dalam rahim ibu. Namun, beberapa penelitian menunjukkan, membedong bayi tak selalu berdampak baik bagi bayi.

Penelitian menemukan, membedong bayi bisa meningkatkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS).

Peneliti mengatakan, bayi tak seharusnya masih dibungkus kain ketika mereka mulai bisa berguling-guling saat tidur. Posisi tidur menyamping dan tengkurap dalam keadaan dibedong itulah yang bisa meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak.

Biasanya, bayi sudah bisa berguling sendiri saat usia 4-6 bulan. Selain itu, membedong bayi dengan sangat ketat juga bisa menghambat perkembangan motorik kaki dan tangannya.

Para peneliti dari University of Bristol menganalisis empat penelitian terkait sindrom kematian bayi mendadak. "Kami menemukan, menempatkan bayi tidur menyamping maupun tengkurap ketika bayi terbungkus bisa meningkatkan SIDS," kata Dr Anna Pease, penulis utama penelitian ini.

Menurut dia, risiko SIDS meningkat hampir dua kali lipat pada bayi yang dibedong dibanding tidak dibedong ketika tidur menyamping dan tengkurap. Para ahli mengingatkan para orangtua untuk tidak terlalu lama membedong bayi.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics ini menunjukkan, kebanyakan kasus terjadi ketika bayi mulai tumbuh dan bisa bergerak.

Profesor Neena Modi, presiden Royal College of Pediatri and Child Health mengatakan, memang sangat penting mendidik orangtua tentang kebiasaan membedong bayi.

"Sekitar 290 kematian di Inggris adalah akibat dari sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)," kata dia.

Membedong bayi boleh saja dilakukan, tetapi harus tahu bagaimana cara yang benar dan sampai kapan bayi sebaiknya dibedong.

Orangtua harus tahu bagaimana tidur yang aman untuk mencegah SIDS. Namun, jangan lupa, risiko SIDS juga meningkat jika seorang ibu merokok selama kehamilan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.