Kompas.com - 27/05/2016, 16:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan untuk ketiga kalinya meluncurkan iklan layanan masyarakat tentang antirokok. Iklan kali ini lebih mengangkat dampak sosial ekonomi bagi perokok dan keluarganya, khususnya anak, yang bertajuk "Suara Hati Anak".

"Jika sebelumnya lebih menampilkan korban merokok, kali ini menampilkan dampak sosial rokok, yaitu kisah nyata nelayan  Muara Angke," ujar Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono dalam acara peluncuran iklan layanan masyarakat di Jakarta, Jumat (27/5/2016).

Anung mengungkapkan, iklan ini merupakan kisah nyata kehidupan seorang ayah bernama Sam yang berprofesi sebagai nelayan. Kisah Sam itu ditemukan oleh aktivis antirokok Fuad Baradja.

Sam menghidupi keempat orang anaknya dengan penghasilan per hari rata-rata hanya Rp 50 ribu per hari. Tetapi, dalam sehari itu pula Sam bisa menghabiskan 4,5 bungkus rokok. Dua anaknya sudah putus sekolah. Bahkan, Sam pernah mengaku lebih baik anaknya berhenti sekolah, daripada ia harus berhenti merokok.

Hingga akhirnya, Sam jatuh sakit dan putrinya terpaksa meninggalkan sekolah untuk membantu ibunya mencari nafkah. Keempat anak Sam pun akhirnya tidak sekolah.

Iklan berdurasi 30 detik tersebut menampilkan seorang anak perempuan yang putus sekolah sejak ayahnya sakit. Sang putri kemudian berpikir, “Bagaimana Ayah sayang aku, kalau dia tidak sayang diri sendiri?”

Akhir iklan tersebut memunculkan pesan, "Sayangi hidupmu, sayangi keluargamu. Berhentilah merokok."

Bekerja sama dengan Vital Strategies, iklan ini akan ditayangkan di beberapa media nasional hingga 10 Juni 2015. Selain itu juga bisa dilihat di Youtube dengan judul “Suara Hati Anak”. Kampanye antirokok ini juga disebarluaskan melalui media sosial bertagar #SuaraTanpaRokok.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.