Kompas.com - 27/05/2016, 20:25 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

“Kalau Anda panik, anak akan menilai reaksi tersebut sebagai sesuatu yang negatif. Anak akan berpikir kalau orang tuanya sedang melakukan hal yang dilarang. Selanjutnya, anak akan berpikir kalau seks itu hal yang tabu atau dilarang,” kata Judy.

Langkah yang bisa dilakukan antara lain, tutupi aurat Anda dengan selimut atau bantal. Kemudian bersikap biasa dan beri anak senyuman, bukan teriakan.

Jika Anda memberi kesan kalau seks itu sesuatu yang normal, maka anak akan lebih bisa mengerti dan menerima apa yang ia lihat saat itu.

Tunggu reaksi anak

Ada kemungkinan kalau anak tak mengetahui apa yang Anda lakukan. Jadi, sebelum Anda sibuk menjelaskan apa yang terjadi, ada baiknya menunggu reaksi si anak.

“Orang tua akan sibuk memikirkan alasan ini itu. Mereka lupa kalau anak juga punya pemikiran sendiri soal apa yang dilihatnya. Misalnya, papa dan mama seperti sedang main kuda-kudaan atau papa dan mama tadi berisik sekali teriakannya,” papar Judy.

Kalau Anda beruntung, mungkin si anak tak terlalu memikirkan itu. Mungkin anak Anda terbangun karena lapar dan ingin dibuatkan makanan. “Jadi ada baiknya lihat reaksi mereka terlebih dulu,” ujar Judy.

Cari alasan tepat

Seks bisa jadi hal mengerikan bagi yang tidak mengerti, termasuk pada anak. Ketika mereka mendengar kegaduhan, desahan, atau malah teriakan orang tua, hal itu bisa disalahartikan sebagai sesuatu yang mengerikan.

Menurut Hal Pickett, psikolog anak dari Minnesota, orang tua harus menjelaskan kalau mereka sedang bersenang-senang. Lalu lakukan sesuatu yang membuat situasi nyaman.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.