Kompas.com - 30/05/2016, 11:40 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama masa kehamilan seharusnya ibu hamil menjauhi paparan asap rokok dari lingkungan, apalagi sampai merokok.

Penelitian dari RS Persahabatan tahun 2013 membuktikan, pada ibu yang tetap "ngebul" merokok, terdapat kadar nikotin di plasenta mencapai 3,08 pg/ml. Sedangkan pada ibu yang tidak merokok, kadar nikotin di plasenta jauh lebih rendah, yaitu 0,5 pg/ml.

"Nikotin membuat pembuluh darah ke janin terganggu. Janin juga jadi kurang oksigen," ujar doker spesialis paru dari RS Persahabatan, Agus Dwi Susanto.

Masalah ini tak hanya bagi ibu hamil perokok, tetapi juga perokok pasif atau mereka yang terpapar asap rokok selama kehamilan. Penelitian menemukan, kadar nikotin di plasenta pada ibu perokok pasif mencapai 1,23 pg/ml.

Agus mengungkapkan, selain kekurangan oksigen, janin dari ibu perokok juga lebih sedikit menerima asupan nutrisi.

"Penelitian di RS Persahabatan membuktikan, bayi yang dilahirkan dari seorang perokok, berat badannya lebih kecil dibanding dari ibu bukan perokok," jelas Agus.

Penelitan tahun 2013 itu juga menunjukkan, bayi yang lahir dari ibu perokok aktif memiliki panjang badan sekitar 45 cm. Bayi yang lahir dari ibu perorok pasif panjang badan juga lebih pendek, yaitu sekitar 46-47 cm.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, bayi dari ibu yang tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok memliki panjang badan rata-rata 52 cm.

Ibu hamil yang merokok berisiko menyebabkan pertumbuhan janin dalam kandungan terhambat. Bahkan bisa berisiko mengalami kematian janin.

Selain itu, anak yang lahir dari seorang ibu perokok juga berisiko terkena asma dan memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah. Untuk melindungi kesehatan diri dan juga janin, kebiasaan merokok seharusnya dihentikan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.