Kompas.com - 15/07/2016, 14:44 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Bau "rambut terbakar" yang dihasilkan oleh asap yang dilepaskan selama perawatan laser hair removal bisa membahayakan kesehatan, terutama bagi orang-orang sering terpapar, peneliti melaporkan.

Asap tersebut mengandung bahan kimia yang mengiritasi pernapasan dan diketahui dapat menyebabkan kanker, kata Dr Gary Chuang kepada Reuters Health.

Chuang dan rekan-rekannya mengumpulkan sampel bulu halus dari dua relawan. Sampel tersebut disegel dalam botol kaca, lalu mereka mengaplikasikan teknologi laser yang biasa digunakan dalam menghilangkan bulu halus, dan menganalisa campuran berasap antara rambut terbakar dan bahan kimia.

Mereka menemukan 377 senyawa kimia dalam asap tersebut, termasuk 20 senyawa yang termasuk kategori racun lingkungan, seperti karbon monoksida, serta 13 senyawa lain yang diketahui atau diduga menyebabkan kanker, seperti benzena dan toluena, menurut laporan di JAMA Dermatology.

Chuang, dari David Geffen School of Medicine di University of California, Los Angeles, dan rekannya juga mengukur konsentrasi partikel yang sangat halus dari bulu-bulu yang bisa dengan mudah terhirup.

Mereka menemukan jumlah konsentrasi partikel meningkat sebanyak delapan kali lipat ketimbang sebelum dilakukan prosedur, bahkan ketika ada evacuator asap di dekatnya.

Para peneliti menyimpulkan bahwa bulu-bulu serta asap yang dilepaskan selama perawatan laser hair removal tak bisa dianggap sepele, dan penyedia jasa perlu menggunakan evakuator asap, memiliki ventilasi yang baik, dan menyediakan perlindungan pernapasan seperti masker.

"Laser hair removal kebanyakan dilakukan oleh tenaga tidak terlatih atau pada fasilitas yang tidak cukup baik, sehingga petugas maupun pasien menjadi beriisko," kata Chuang Reuters Health.

“Prosedur harus dilakukan hanya di ruang-ruang dengan sistem penyaringan udara yang memadai dan evacuator asap."

Walau begitu, dermatologist Dr Delphine Lee dari John Cancer Wayne Institute di Santa Monica, California, meminta orang-orang untuk lebih bijak dalam menanggapi hasil penelitian ini.

Katanya, ”Belum ada laporan adanya penyakit paru-paru atau kanker lainnya yang dialami teknisi atau profesional kesehatan yang melakukan prosedur dengan laser, orang-orang yang mengunjungi kantor dermatologi yang menggunakan laser, atau pasien yang sering melakukan laser hair removal.”

Namun Lee menambahkan, studi ini penting bagi kita untuk mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.

Meskipun risiko yang sebenarnya belum diketahui, Lee menyarankan baik praktisi dan konsumen untuk mengambil beberapa tindakan pencegahan, seperti memakai masker pernapasan selama prosedur.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.