Kompas.com - 11/08/2016, 18:35 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Inilah kebijakan baru yang dibuat parlemen Elvira Savino; orangtua Italia yang bersikeras memaksa anak-anak mereka untuk melakukan diet vegan alias hanya boleh makan sayur, berisiko mendapat hukuman empat tahun penjara.

Savino telah mengajukan undang-undang yang membuat semua orangtua di Italia bertanggung jawab secara hukum, untuk memberi makan anak-anak mereka makanan yang seimbang bagi pertumbuhan yang sehat.

"Saya tidak membenci vegan atau veganisme selama itu adalah pilihan bebas orang dewasa," katanya kepada Reuters, beberapa hari setelah ia menandatangani peraturan baru tersebut.

"Tidak masuk akal bahwa beberapa orangtua diperbolehkan memaksakan kehendak mereka pada anak-anak, dengan cara yang hampir sama dengan fanatik agama. Namun, tanpa pengetahuan ilmiah yang tepat atau konsultasi medis. Hal ini sangat mengkhawatirkan," katanya.

Beberapa dokter anak sudah melarang orangtua yang ingin menerapkan diet vegan bagi anak-anak mereka dengan alasan anak dapat kekurangan gizi.

Vegetarian sendiri merupakan diet yang tidak makan daging, ikan, atau unggas, sedang vegan termasuk tidak makan produk hewani seperti telur dan produk susu.

Hukum mengusulkan hukuman penjara satu tahun untuk orangtua yang membesarkan anak mereka dengan pola diet vegan, empat tahun jika anak mengembangkan masalah kesehatan permanen, dan tujuh tahun jika anak meninggal akibat pola diet salah.

Ini akan berlaku untuk anak-anak di bawah 16 tahun dan hukuman akan meningkat setahun jika anak di bawah usia 3 tahun.

Kebijakan ini diambil karena Savino, 39, mengaku merasa terkejut dengan beberapa insiden baru-baru ini di Italia.

Bulan lalu di kota utara Milan, dokter mendiagnosis seorang anak berusia satu tahun yang di bawa ke rumah sakit akibat berat badan seperti bayi 3 bulan, karena orangtuanya menerapkan pola diet vegan.

Pada 2015, pengadilan Italia memerintahkan seorang ibu untuk berhenti membesarkan anaknya yang berusia 12 tahun dengan pola diet vegan setelah ayah anak itu mengajukan gugatan, bahwa pola itu menghambat pertumbuhan anak.

"Walau hanya ada satu anak yang berakhir di rumah sakit karena perilaku ini, saya merasa kita harus melindungi semua anak," kata Savino.

Ia juga meminta semua dokter anak untuk melaporkan orangtua kepada otoritas, bila melihat tanda-tanda kekerasan fisik pada anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.