Kompas.com - 15/08/2016, 09:05 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Takotsubo, atau sindrom patah hati lebih banyak melanda wanita dibanding pria, demikian menurut sebuah penelitian ilmiah. Sindrom patah hati, bahkan bisa memicu kematian.

"Kami percaya bahwa sindrom Takotsubo adalah contoh klasik dari  umpan balik yang terjalin secara kompleks, meliputi rangsangan psikologis dan / atau fisik dalam otak yang kemudian berdampak pada sistem kardiovaskular," kata Jelena Ghadri, MD, peneliti di departemen kardiologi di University Hospital di Zurich, Swiss.

Mekanisme yang tepat tentang bagaimana terjadinya sindrom takotsubo masih dalam penelitian yang terus berlangsung. Para profesional medis banyak yang tertarik pada topik yang  pertama kali diteliti di  Jepang pada awal 1990-an ini.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Ghadri menunjukka,n bahwa tidak hanya peristiwa sedih yang dapat menyebabkan timbulnya takotsubo, peristiwa gembira pun bisa, seperti ulang tahun dan pernikahan.

Apapun yang membuat emosi Anda melonjak bisa memicu kondisi mulai dari  kelelahan, sesak napas hingga asma.

Penelitian juga menunjukkan, bahwa mayoritas orang yang menderita sindrom takotsubo adalah perempuan pasca-menopause.

"Sembilan dari 10 pasien takotsubo adalah wanita. Ini menunjukkan bahwa ada  estrogen di sana," kata Harmony Reynolds, MD, Saul J. Farber, profesor kedokteran di divisi kardiologi di NYU Langone Medical Center, yang memimpin sebuah studi tahun lalu terhadap  20 perempuan yang selamat sindrom patah hati.

Saat ini, dia sedang mencoba untuk menemukan penjelasan mengapa patah hati yang melanda wanita usia senior, cenderung lebih fatal.

Beberapa penelitian menunjukkan, pria lebih terlindungi terhadap hormon yang berhubungan dengan stres. Sebaliknya, wanita pasca-menopause yang telah kehilangan hormon estrogen, berada pada risiko yang paling tinggi.

Penelitian lain menunjukkan, bahwa estrogen sendiri sebenarnya adalah pelindung untuk jantung.

Sindrom takotsubo menampilkan dirinya seperti serangan jantung biasa dengan gejala; nyeri dada, sesak napas dan elektrokardiogram EKG) tidak teratur. Perbedaannya, serangan jantung biasa disebabkan oleh arteri koroner yang tersumbat.

Sementara pada kasus takotsubo, arteri tetap terbuka, namun kombinasi dengan faktor-faktor lain, menyebabkan jantung mengambil bentuk seperti takotsubo, panci khas Jepang yang digunakan untuk menjebak gurita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber SELF
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Distonia

Distonia

Penyakit
9 Makanan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

9 Makanan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Health
Sindrom Mallory-Weiss

Sindrom Mallory-Weiss

Penyakit
Apa Dampak Buruk Penggunaan Minyak Jelantah terhadap Kesehatan?

Apa Dampak Buruk Penggunaan Minyak Jelantah terhadap Kesehatan?

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
11 Cara Menghilangkan Serak secara Alami, Obat, atau Perawatan Medis

11 Cara Menghilangkan Serak secara Alami, Obat, atau Perawatan Medis

Health
Multiple Myeloma

Multiple Myeloma

Penyakit
5 Makanan untuk Menaikkan Trombosit Anak secara Alami

5 Makanan untuk Menaikkan Trombosit Anak secara Alami

Health
11 Cara Mudah Mengatasi Leher Gatal

11 Cara Mudah Mengatasi Leher Gatal

Health
Kenali Apa itu Vaginismus, Gangguan Susah Penetrasi Vagina

Kenali Apa itu Vaginismus, Gangguan Susah Penetrasi Vagina

Health
8 Penyebab Suara Serak, Tak Hanya Tenggorokan Kering

8 Penyebab Suara Serak, Tak Hanya Tenggorokan Kering

Health
Mengapa Anak-Anak Bisa Mengalami Diabetes?

Mengapa Anak-Anak Bisa Mengalami Diabetes?

Health
Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Kenali Penyebab Pneumonia pada Anak

Health
Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.