Kompas.com - 26/10/2016, 18:05 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pemerintah tiap negara seharusnya memiliki komitmen tinggi dalam menjamin setiap warga negaranya mendapatkan makanan bergizi. Ketersediaan makanan bernutrisi itu dipandang sebagai hak asasi manusia.

Hal tersebut dikatakan pakar nutrisi dari PBB, Hilal Elver. Ia menyebutkan, peningkatan industri produksi makanan dan juga liberalisasi perdagangan membuat koorporasi besar membanjiri pasar dengan makanan yang murah tapi tidak bergizi.

Kondisi itu dinilai Elver membuat orang-orang yang tidak mampu harus memilih antara makan untuk bertahan hidup atau memilih asupan nutrisi.

"Dalam kerangka hak asasi, negara bertanggung jawab memastikan adanya regulasi yang efektif bagi industri makanan, pembuat kebijakan juga harusnya bebas dari pengaruh sektor swasta dan mengimplementasikan kebijakan untuk melawan kekurangan nutrisi dalam segala bentuk," kata Elver.

Ia menambahkan, setiap negara seharusnya lebih dari sekedar memastikan warga negaranya memenuhi kebutuhan minimun pangan untuk bertahan hidup. Setiap warga negara seharusnya dijamin memiliki akses terhadap nutrisi yang cukup.

Komunitas internasional dianggap Elver tidak bisa memenuhi kesepakatan global dalam hal target nutrisi untuk menuntaskan masalah malnutrisi dalam sebaga bentuknya.

Saat ini diperkirakan 800 juta orang di seluruh dunia kelaparan, lebih dari 2 miliar orang menderita kurang gizi, dan 600 juta orang obesitas. Ini berarti, hampir separuh populasi dunia bisa dianggap tidak mendapatkan akses makanan yang cukup.

Elver mengaku sangat khawatir dengan strategi marketing yang agresif dari industri makanan, terutama dalam hal makanan junk food pada anak-anak dan di negara berkembang.

"Langkah pertama yang penting adalah memahami bahwa nutrisi adalah komponen esensial dalam hak asasi manusia terhadap makanan yang cukup," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.