Kompas.com - 28/10/2016, 13:05 WIB
Temulawak ShutterstockTemulawak
|
EditorBestari Kumala Dewi

WONOGIRI, KOMPAS.com - Temulawak, jinten, hingga kayu manis barangkali sudah tak asing di telinga. Tanaman herbal ini sangat mudah didapatkan di Indonesia. Sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui manfaat tanaman tersebut bagi kesehatan. Mungkin saat ini hanya segelintir orang yang masih mengonsumsinya.

Homeopath dan Praktisi Kesehatan Natural, Tjok Gde Kerthyasa, BHSc (Hom.), ADHom mengatakan, dalam satu tanaman herbal biasanya terdapat lebih dari satu manfaat bagi tubuh.

"Kelebihan herbal, yaitu tidak hanya satu fungsi saja. Senyawa dalam obat herbal masih utuh. Jadi, senyawa aktif dalam bentuk alami lebih mudah sinkronis dengan sistem metabolisme tubuh," kata Tjok Gde dalam diskusi di Pabrik Deltomed Laboratories, Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (26/20/2016).

Dari ratusan tanaman herbal yang sudah diteliti manfaatnya, berikut ini empat di antaranya.

1. Temulawak
Temulawak dikenal sebagai pelindung hati atau hepatoprotektor. Bagian tanaman yang digunakan biasanya adalah rimpang atau batang yang menjalar ke bawah tanah.

Seperti ditulis dalam buku "100 Top Tanaman Obat Indonesia" yang dipublikasikan Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Kementerian Kesehatan, rimpang temulawak mengandung kurkumin, xanthorizol, dan minyakk atsiri.

Selain mencegah penyakit hati, rebusan rimpang temulawak dapat meningkatkan empedu, sekaligus menurunkan kolesterol dan trigliserida.

"Banyak orang punya masalah toksisitas di liver karena gaya hidup, stres, juga pola makan, cocok konsumsi temulawak," kata Tjok Gde.

Temulawak juga dipercaya dapat meredakan nyeri sendi, anti-peradangan, obat pencahar, hingga melancarkan produksi ASI.

2. Meniran
Meniran termasuk tanaman liar yang banyak ditemukan di ladang, tanah berbatu, dan hutan lembab. Ekstrak meniran telah teruji secara klinis sebagai imunomodulator atau meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam akar dan daun meniran ternyata banyak mengandung senyawa flavonoid. Secara empirik, meniran digunakan untuk membantu mengobati malaria, meluruhkan batu ginjal, sariawan, hingga meredakan infeksi atau radang kandung kemih dan saluran kencing.

3. Jinten Hitam
Seperti meniran, jinten hitam lebih banyak digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Seperti dikutip dari  publikasi Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Kementerian Kesehatan, jinten hitam mengandung miristat, miristoleat, pamitoleat, margarat, linoleat, behenat, hingga asam lignoserat.

"Jinten hitam untuk imunitas orang-orang yang sering kena tifus. Bagus sekali juga untuk mengobati infeksi pencernaan," kata Tjok Gde.

Jinten hitam juga bersifat antivirus, antikanker, dan antioksidan tinggi. Tjok Gde mengatakan, fungsi lainnya yaitu, membantu melindungi sistem pernapasan, meningkatkan fungsi otak, membantu mengatasi insomnia, hingga melindungi tubuh dari efek stres.

4. Kayu Manis
Kayu sudah sangat populer sebagai rempah-rempat atau digunakan sebagai bumbu masak. Bahan yang digunakan adalah kulit batang kayu karena mengandung trans-cynamaldehide.

Kayu manis selama ini dikenal untuk membantu menyeimbangkan kadar gula darah bagi pasien diabetes. Selain itu, dipercaya dapat menurunkan kolesterol, tekanan darah tinggi, melancarkan sirkulasi darah, dan menghangatkan badan.

Melihat khasiat yang menakjubkan ini seharusnya masyarakat bisa memanfaatkan tanaman herbal dengan baik.

Akan tetapi, hati-hati jika membeli produk obat herbal yang ilegal karena tidak dapat dipastikan bagaimana proses pembuatannya dan khawatir terdapat campuran bahan kimia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.