Kompas.com - 27/01/2017, 07:17 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Dengan obat-obatan, dokter anestesi akan membuat pasien yang menjalani operasi tidak merasakan sakit dan juga tidak sadarkan diri. Walau begitu, belum diketahui dengan benar bagaimana kerja obat anestesi pada otak.

Anestesi merupakan cara untuk mengontrol rasa sakit saat tindakan operasi menggunakan obat-obatan. Teknik anestesi modern memungkingkan pasien bisa dioperasi dengan aman dan efek samping minimal. Obat-obatan anestesi juga semakin efektif dan bekerja lebih cepat.

Walau pun prosedur anestesi sudah dipakai dalam dunia kedokteran lebih dari 150 tahun, ilmu pengetahuan belum dapat memahami dengan pasti bagaimana obat ini bekerja di otak.

Menurut dokter spesialis anestesi Ewin Pradian, teknik anestesi akan menghambat hantaran listrik di otak sehingga pasien tidak sadarkan diri dan tidak merasakan sakit.

"Tapi, belum diketahui apa yang terjadi di otak karena organ ini sangat rumit. Bahkan para ilmuwan pun belum bisa membuat pasien tidak sadarkan diri seperti tidur alamiah," katanya dalam acara peluncuran mesin anestesi Carestation CS600 Series buatan GE Healthcare di Bandung (26/1/2017).

Obat-obatan yang digunakan dalam prosedur anestesi dapat memiliki pengaruh pada kerja otak. "Pada orang yang berulang kali mendapat obat anestesi fungsi kognitifnya akan menurun, selain itu bisa terjadi efek kebal sehingga dosisnya perlu dinaikkan," katanya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan terjadinya perubahan di otak saat seseorang berada di fase tidak sadarkan diri karena anestesi. Obat-obatan anestesi yang tidak digunakan dengan tepat juga membahayakan pasien.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Hepatitis B
Hepatitis B
PENYAKIT
Herpes Genital
Herpes Genital
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

Health
Regurgitasi Aorta

Regurgitasi Aorta

Penyakit
Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Health
Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Health
Gangguan Makan

Gangguan Makan

Penyakit
Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Health
5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

Health
Iktiosis

Iktiosis

Penyakit
Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Health
6 Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Hindari DBD

6 Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Hindari DBD

Health
Hepatitis C

Hepatitis C

Penyakit
Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Health
Achondroplasia

Achondroplasia

Penyakit
Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.