Kompas.com - 27/01/2017, 10:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak-anak masa kini umumnya sudah terpapar gawai atau gadget sejak bayi. Baru lahir pun mereka kerap menjadi objek foto maupun video menggunakan smartphone oleh orangtuanya.

Seiring bertambahnya usia, anak mulai makin tertarik terhadap gawai karena sering melihat ayah atau ibunya asyik menggunakannya. Nah, saat itulah orangtua perlu hati-hati.

Menurut psikolog anak dari TigaGenerasi, Annelia Sari Sani, M.Psi, anak berusia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak diperkenankan menggunakan gawai. Jangan sampai anak suka merebut gadget dari orangtua, kemudian asyik menggunakannya untuk menonton video.

"Untuk anak di bawah 2 tahun, zero gadget, tidak sama sekali main gadget. Anak di bawah dua tahun harus benar-benar dari pengalaman yang konkret," kata Anne dalam acara jumpa pers HiLo School Drawing Competition 2017 di Jakarta, Kamis (27/1/2016).

Pengalaman yang konkret merupakan interaksi dua arah orangtua dengan anak sehingga mereka mendapat stimulasi langsung dari orangtua. Usia 0-2 tahun adalah periode emas dalam tumbuh kembang anak. Apabila anak di bawah dua tahun lebih suka memainkan gawai, perkembangan motorik kasar dan halusnya bisa terganggu.

Begitu pula dengan televisi. Menurut Anne, di bawah 2 tahun sebaiknya juga tidak dibiasakan menonton televisi. Menonton televisi membuat anak menjadi pasif karena tidak ada komunikasi dua arah. Hal ini bisa saja menghambat kemampuan berbicara anak.

"Penelitian juga mengatakan, kalau anak di bawah usia dua tahun enggak diperkenalkan teknologi, maka kemungkinan dia adiksi terhadap teknologi jadi kecil," lanjut Anne.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah usia 2 tahun, anak boleh saja menggunakan gawai. Di dunia digital saat ini, rasanya orangtua tidak bisa memisahkan anak dengan gawai. Untuk itu, peran orangtua sangat diperlukan agar anak mendapat manfaat positif dari penggunaan gawai.

Anne mengatakan, pemakaian gawai untuk anak di atas usia 2 tahun pun ada batasnya, yaitu tak lebih dari dua jam per hari. Hal ini untuk menghindari anak dari kecanduan gawai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.