Kompas.com - 29/12/2019, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Bisa hidup bahagia adalah keinginan setiap orang. Namun sayangnya, tak semua orang tahu bagaimana caranya mendapatkan kebahagiaan tersebut.

Nah, bagi Anda yang sedang mencari cara untuk bahagia, cobalah untuk rutin melakukan yoga.

Banyak riset menunjukkan yoga bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi stres, meredakan kecemasan hingga meningkatkan suasana hati.

Belum ada analisis ilmiah yang menunjukan apakah pose yoga tertentu dapat membuat kita bahagia.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa sikap tubuh tertentu, pola pernapasan teratur, dan pemikiran positif dapat memengaruhi fisiologi seseorang.

Pada dasarnya, yoga menggunakan pernapasan dan perasaan.

Melalui pernapasan dan perasaan, kita dapat belajar mengendalikan reaksi diri terhadap orang-orang dan kejadian di sekitar.

Baca juga: Yoga Mata, Olahraga Ringan untuk Menjaga Mata Tetap Sehat

Menurut riset 2010 dari Harvard, orang menghabiskan 47 persen waktunya untuk mengkhawatirkan hal-hal yang tidak terjadi.

Inilah yang membuat hidup banyak orang tersebut menjadi kurang bahagia.

Dengan fokus pada pernapasan selama yoga, pikrian orang-orang bisa fokus pada apa yang terjadi di masa kini.

Bahkan, hanya dengan melakukan praktik 90 detik pernapasan dengan diafragma, kita dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis.

Di mana, sistem sraf tersebut berfungsi untuk mematikan respons stres dengan menurunkan kortisol (hormon stres), tekanan darah dan detak jantung.

Cara tersebut juga dapat meningkatkan hormon oksitosin dan endorfin yang memicu rasa bahagia.

Penelitian juga menunjukkan bahwa level gamma-aminobutyric (GABA) di otak meningkat setelah berlatih yoha hanya satu jam.

Baca juga: Cara Sederhana Atasi Depresi dengan Yoga

Tingkat GABA yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih rendah.

Dengan kata lain, satu sesi kelas yoga dapat mulai mengubah kimia otak dan meningkatkan suasana hati.

Frekuensi yoga

Idealnya, yoga dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu dengan durasi selama 1 atau 1,5 jam per sesi.

Anda tidak dianjurkan melakukan yoga terlalu sering dan lama untuk mencegah terjadinya cedera serta memberikan waktu tubuh untuk beristirahat.

Anda juga tidak disarankan melakukan yoga terlalu jarang.

Yoga setidaknya dilakukan sekali dalam seminggu. 

Jika Yoga tak dilakukan secara rutin, ada kemungkinan tubuh harus kembali menyesuaikan diri.

Kondisi tersebut membuat kita lebih rentan merasakan pegal dan kaku ketika harus mempraktikan gerakan-gerakan yoga kembali.

Baca juga: Cegah Osteoporosis di Usia Muda dengan Gerakan Yoga Sederhana

Oleh karena itu, bagi pemula sebaliknya melakukan yoga selama 20 menit hingga 30 menit per sesi.

Setelah tubuh terbiasa, Anda bisa menambah durasinya.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CNN,,happier
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.