Kompas.com - 04/01/2020, 11:00 WIB

Beberapa jenis ikan secara alami memiliki zat kimia bernama histidin berkadar tinggi.

Di antaranya tongkol, makarel, sarden, tuna, teri, mahi mahi, haring, sampai marlin.

Asam amino esensial di beberapa ikan dapat berubah menjadi histamin saat terkontaminasi bakteri.

Bakteri tersebut bagian dari mikroflora alami kulit, insang, dan usus ikan yang baru ditangkap.

Menurut laman resmi Centre for Food Safety Hong Kong, tingginya kandungan histamin dalam ikan dan produk ikan tergantung jenis ikan, kontrol suhu, dan waktu.

Pembentukan histamin dapat terjadi di sepanjang rantai pasokan ikan dan produk ikan.

Mulai ikan ditangkap nelayan, dibawa berlayar sampai ke pelabuhan, dijajakan pedagang, sampai ke dapur.

Dari hasil penelitian, keracunan histamin terdeteksi di sampel ikan yang dibiarkan di suhu ruangan selama 24 jam.

Namun, histamin tidak terdeteksi saat sampel ikan disimpan di suhu dua derajat Celcius sepanjang tujuh hari.

Baca juga: Viral Teknik Masak 5 30 7, Ini Kata Ahli Gizi

Gejala keracunan histamin

Keracunan histamin dipicu konsumsi makanan yang mengandung histamin cukup tinggi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.