Kompas.com - 06/01/2020, 18:00 WIB
Ilustrasi kanker paru SHUTTERSTOCKIlustrasi kanker paru

KOMPAS.com - Penyakit kanker kini dianggap momok masyarakat karena tak pandang bulu menyerang penderitanya. 

Kendati orang yang berusia di atas 40 tahun lebih berisiko terserang kanker, namun faktanya anak-anak, remaja, dan orang berusia produktif tak luput dari penyakit ini. 

Seperti yang dialami sejumlah selebritas Tanah Air beberapa waktu terakhir. 

Melansir Kompas.com (6/1/2020), artis peran Ria Irawan meninggal dunia setelah sepuluh tahun berjuang melawan kanker, pada Senin (6/1/2020), dini hari.

Ria Irawan semula mengidap kanker endometrium atau dinding rahim. Tak lama berselang, kanker Ria Irawan menyebar ke kelenjar getah bening di panggul.

Kondisi terakhir Ria Irawan sebelum berpulang, diketahui kankernya telah menyebar ke paru-paru sampai ke otak. 

Baca juga: Ria Irawan Berpulang Setelah 10 Tahun Berjuang Lawan Kanker...

Selain Ria Irawan, ada juga penyanyi Vidi Aldiano yang menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura, Jumat (13/12/2019) lalu. 

Melansir Kompas.com (21/12/2019), Vidi Aldiano dioperasi lantaran ada kanker di organ vitalnya tersebut. Ia kini hidup dengan satu ginjal.

Vidi Aldiano kini berupaya menjalani gaya hidup sehat dengan menjaga asupan dan rutin berolahraga. 

Berkaca dari Ria Irawan dan Vidi Aldiano, kanker merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan.

Bahkan, setelah dinyatakan kondisi kankernya terkontrol, pengidapnya tidak boleh lengah.

Diperlukan dukungan gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit berbahaya ini. Melansir berbagai sumber, berikut 10 cara mencegah kanker:

1. Hindari rokok

Mengonsumsi beragam produk tembakau seperti rokok dapat meningkatkan risiko kanker.

Di antaranya kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, laring, pankreas, kandung kemih, leher rahim, ginjal, dan kelenjar getah bening.

Tak hanya menyerang perokok aktif, risiko kanker juga mengancam perokok pasif yang tak sengaja terpapar asap rokok.

Jika saat ini Anda masih merokok, coba pertimbangkan risiko kesehatan diri sendiri dan orang sekitar.

Baca juga: Harga Rokok Tahun 2020 Naik, Dokter: Saatnya Berhenti Merokok!

2. Atur pola makan sehat

Usahakan, makan tak asal kenyang. Perhatikan komposisi gizi seimbang dan cukup untuk mencegah kanker.

Batasi konsumsi lemak jenuh dan daging merah yang jadi biang kanker usus besar dan kanker prostat.

Selain itu, WHO juga menganjurkan Anda agar membatasi konsumsi makanan olahan untuk mencegah kanker.

Tak kalah penting, tingkatkan asupan buah, sayur, dan gandum utuh. Bahan pangan tersebut terbukti menurunkan risiko kematian penyintas kanker kelenjar getah bening perempuan.

3. Jaga berat badan tetap ideal

Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker kelenjar getah bening.

Jaga berat badan tetap ideal dengan cara alamiah seperti membakar kalori secara rutin.

4. Aktif bergerak dan rutin berolahraga

Fisik yang aktif dapat menurunkan risiko kanker, termasuk kanker usus besar.

Olahraga rutin juga terbukti menurunkan risiko kanker payudara dan organ reproduksi pada wanita.

WHO merekomendasikan orang dewasa berolahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu.

Anda juga boleh memilih olahraga berintensitas tinggi atau aerobik selama 75 menit per minggu.

Baca juga: #RebahanAdalahLiburanku Trending, Ini Bahaya Gaya Hidup Mager

5. Minimalkan konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol lebih dari segelas per hari meningkatkan risiko kanker.

Di antaranya kanker mulut, laring, kerongkongan, hati, usus besar, payudara, sampai kelenjar getah bening.

Kebiasaan merokok ditambah mengonsumsi alkohol dapat menggandakan risiko kanker menjadi lebih tinggi.

6. Batasi paparan radiasi

Paparan sejumlah radiasi dapat meningkatkan risiko kanker.

Radiasi ultraviolet dari sinar matahari dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Ada juga temuan kasus yang jarang terjadi, radiasi memacu timbulnya kanker kelenjar getah bening.

Dunia medis sampai saat ini masih mencari cara alternatif, dengan transplantasi organ untuk meminimalkan risiko kanker kelenjar getah bening.

Melansir Cancer.org, metode radiasi masih dipertahankan karena manfaatnya disebut lebih besar dibandingkan risikonya.

Baca juga: Resolusi 2020, Ini 6 Cara Belajar Hidup Sehat dan Cegah Kanker

7. Hindari infeksi berbahaya

Kanker dapat dicegah dengan menghindari penyakit infeksi virus berbahaya seperti:

  • Hepatitis B

Penyakit ini dapat meningkatkan risiko kanker hati. Penyakit infeksi jaringan parut hati ini dapat dicegah dengan vaksinasi.

  • Human Papillomavirus (HPV)

Infeksi penyakit ini bisa ditularkan lewat hubungan seks, transfusi darah, sampai pemakaian jarum suntik tidak steril.

Virus ini juga bisa memantik kanker serviks dan organ vital. Pencegahannya bisa dilakukan lewat vaksinasi.

Baca juga: Awas Berbagi Handuk Saat Liburan Bisa Picu Kurap Hingga Infeksi Paru

  • Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Penyebab AIDS ini dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker kelenjar getah bening.

Penularannya bisa lewat jarum suntik, transfusi darah, dan hubungan seks.

  • Helicobacter pylori (H. pylori)

Infeksi H. pylori dapat menjadi biang kanker kelenjar getah bening di lambung.

Sebenarnya, infeksi penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik dan antasid.

Namun, banyak orang tidak merasa terserang infeksi penyakit ini lantaran minimnya gejala. Beberapa orang cuma mengalami mulas ringan.

Baca juga: Sedang Tidak Fit? Hati-hati Jilatan Anjing Bisa Bikin Infeksi

8. Cegah paparan kimia berbahaya

Bahan kimia industri seperti serat asbes, benzena, amina aromatik, dan bifenil poliklorinasi (PCB) dapat memacu timbulnya kanker.

Selain itu, bahan kimia dalam pewarna rambut juga dapat menyebabkan kanker payudara dan kelenjar getah bening.

9. Tingkatkan kualitas tidur

Buatlah tidur berkualitas bagian dari prioritas. Riset menunjukkan, keterkaitan tidur dan kanker sangat erat.

Orang yang kurang tidur dan tidurnya tidak berkualitas, risiko obesitasnya jadi meningkat.

Seperti dibahas di atas, obesitas terkait langsung dengan beberapa jenis kanker.

10. Periksa kesehatan secara berkala

Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat memonitor beberapa jenis kanker.

Misalkan kanker kulit, usus besar, leher rahim, dan payudara.

Dengan mengetahui penyakit sejak dini, tingkat keberhasilan pengobatannya lebih tinggi.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X