Kompas.com - 26/01/2020, 16:03 WIB
Juleha (34), eks penderita penyakit kusta menunjukkan kaki palsunya yang sudah rusak di Kampung Sitanala, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Selasa (20/8/2019). Di kampung yang berada di belakang RS dr. Sitanala ini dihuni sekitar 1000 eks penderita kusta dan keluarganya. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOJuleha (34), eks penderita penyakit kusta menunjukkan kaki palsunya yang sudah rusak di Kampung Sitanala, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Selasa (20/8/2019). Di kampung yang berada di belakang RS dr. Sitanala ini dihuni sekitar 1000 eks penderita kusta dan keluarganya.

Penderita kusta akan mengalami penebalan saraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi saraf yang diakibatkan ole adanya peradangan kronis saraf tepi.

Penderita juga mungkin akan mendapati gangguan fungsi sensoris, gangguan ungsi motoris kelemahan otot atau kelumpuhan, hingga gangguan fungsi saraf otonom kulit kering.

3. Ditemukan bakteri tahan asam (BTA)

Adanya bakteri tahan asam (BTA) di dalam kerokan jaringan kulit menjadi tanda hadirnya penyakit kusta.

 

"Yang menjadi masalah sekarang adalah masih ditemukan kasus-kasus baru penyakit kusta," jelas Dokter Spesials Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi itu.

Baca juga: Waspada Kutil Kelamin (2): Bisa Sebesar Melon dan Jadi Kanker

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Siapa saja bisa terkena kusta

Pras menyampaikan pada masa lalu, penyakit kusta memang bisa dikatakan lebih sering menyerang orang dengan sosial ekonomi rendah dengan indikasi hygiene personal yang kurang baik.

Namun sekarang, menurut dia, siapa saja bisa terkena penyakit ini. Dalam beberapa tahun belakangan, nyatanya banyak orang dengan status sosial ekomomi berkecukupan ditemukan menderita kusta.

Meski demikian, Pras mengimbau masyarakat tak perlu terlalu cemas menanggapi ancaman penyakit kusta.

Penyakit menular ini terbukti bisa saja dikendaikan dan dapat diobati dengan tuntas.

Hanya, butuh keseriusan dari semua pihak, baik pasien, dokter, maupun tenaga kesehatan lain untuk menangani penyakit menular ini.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

Health
9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.