Kompas.com - 02/03/2020, 19:35 WIB
Ilustrasi telur rebus AmaritaIlustrasi telur rebus

KOMPAS.com - Saat diet, pastinya Anda mungkin akan sangat menjaga jenis makanan apa yang akan Anda konsumsi. Apa lagi jika makanan tersebut tinggi kalori dan lemak.

Salah satu makanan yang banyak dihindari orang yang sedang diet adalah telur rebus.

Makanan lezat ini sering diduga memiliki lemak dan kalori yang tinggi. Namun benarkah demikian?

Baca juga: Benarkah Makan Setelah Jam 8 Malam Bisa Bikin Gemuk?

Telur rebus bikin gemuk?

Pendapat yang menyatakan bahwa konsumsi telur rebus membuat gemuk hanyalah rumor belaka.

Telur rebus justru dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan.

Selain murah dan praktis untuk dimasak, ada banyak alasan mengapa telur rebus dapat membantu meraih berat badan ideal Anda.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Benarkah Konsumsi Telur Rebus Bikin Gemuk?
Banyak orang berpikir bahwa telur rebus menyebabkan kegemukan sehingga menghindari makanan ini. Tapi benarkah demikian?
Bagikan artikel ini melalui

Ini beberapa hal yang membuat telur rebus justru baik untuk diet Anda.

1. Memiliki kalori yang rendah

Bagi Anda yang ingin memakan telur rebus saat diet tak perlu khawatir.

Di balik penampilannya yang terlihat mengandung banyak lemak, telur rebus memiliki kalori yang rendah, satu telur rebus besar kurang lebih hanya memberikan Anda 78 kalori.

Ditambah lagi, telur rebus tidak menggunakan minyak ataupun lemak yang dapat memberikan kalori ekstra.

Alih-alih telur rebus bikin gemuk, telur rebus malah bisa menjadi pengganti makanan sumber protein lainnya yang berlemak tinggi.

Anda dapat mengonsumi telur rebus dengan sayuran dan karbohidrat berkalori rendah, seperti kangkung dan kentang.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Minum Es Bisa Bikin Gemuk?

2. Meningkatkan metabolisme

Kandungan kolin dalam telur rebus membantu proses pencernaan lemak serta mencegah penumpukan lemak dalam tubuh.

Selain itu, telur rebus juga dapat meningkatkan kadar adiponectin yang bisa meningkatkan metabolisme, kemampuan tubuh merespon insulin, dan memperlancar proses pencernaan lemak.

3. Tinggi protein

Protein sangat penting dalam perjalanan diet Anda dan telur rebus merupakan salah satu sumber protein yang bisa dikonsumsi.

Telur rebus yang kerap dianggap bikin gemuk justru dapat membantu kenyang lebih lama dan membuat Anda makan lebih sedikit.

Hal ini karena protein dicerna lebih lambat dalam pencernaan. Selain itu, protein juga dapat membantu mencegah peningkatan kadar gula darah yang dapat membuat Anda cepat lapar.

Protein dalam telur rebus membantu menurunkan lemak dan mencegah penurunan massa otot dalam tubuh.

4. Cocok untuk makan pagi

Telur rebus tidak akan bikin gemuk dan cocok untuk dijadikan sarapan sehat untuk "menyalakan" energi Anda.

Dibandingkan mengonsumsi nasi goreng yang tinggi kalori, Anda dapat menurunkan berat badan dengan mengonsumsi telur rebus bersama sayuran.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Wanita Gemuk Susah Hamil?

Perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi telur rebus

Sudah jelas bahwa telur rebus tak akan membuat Anda gemuk. Tetapi tidak berarti Anda mengonsumsi telur rebus secara berlebih.

Bagi penderita kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit kardiovaskular perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Hal ini karena telur rebus mengandung kolesterol yang mungkin dapat mempengaruhi kadar kolesterol.

Sebaiknya, konsumsi putih telur dengan mengeluarkan kuning telur, karena bagian kuning telur mengandung banyak lemak dan kolesterol.

Dengan mengeluarkan kuning telur, Anda juga dapat mengurangi kalori yang dikonsumsi.


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.