Kompas.com - 09/03/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

Selain itu, gejala-gejala psikopat yang ditunjukan oleh anak-anak bisa berupa hal berikut:

  • Suka berbohong
  • Sombong
  • Manipulatif
  • Tidak memiliki emosi dan rasa belas kasih
  • Impulsif
  • Mencari Sensasi
  • Tidak memiliki tangung jawab

Menurut Scott, faktor genetik bisa membuat seseorang menjadi psikopat. Selain itu, faktor lingkungan bisa menjadi penyebab seseorang menjadi psikopat.

"Sekitar 30 persen kasus psikopat terjadi karena faktor genetik. Namun, sisanya disebabkan oleh pola asuh yang terlalu keras," tambah Scott.

Baca juga: Awas, Pertengkaran Orangtua Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Seorang anak yang mengalami kekerasan berisiko besar tumbuh sebagai seorang psikopat. Ikatan yang buruk dengan orangtua juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab anak tumbuh sebagai psikopat.

Riset menunjukan bahwa psikopat pria kemungkinan besar menjadi korban pada usia anak-anak.

Di sisi lain, psikopat wanita lebih cenderung berasal dari latar belakang yang disfungsional, seperti pola asuh yang tidak stabil dalam keluarga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mencegah sang anak menjadi psikopat di usia dewasa.

"Gangguan psikopat adalah kondisi psikologis dan ada perawatan khusus untuk mengatasi hal ini pada anak-anak," ucap dia.

Pada dasarnya, anak-anak yang menunjukan ciri-ciri psikopat memerlukan perawatan khusus. Mereka tidak bisa merespon dengan baik pada metode disiplin yang diterapkan pada anak-anak umumnya.

Perawatan untuk anak-anak yang menunjukan gejala psikopat seringkali berfokus pada peningkatan kemampuan anak untuk mengatasi kemarahan dan frustasi.

Selain itu, orangtua juga diharapkan untuk menerapkan pola asuh berbasis hadiah,misalnya anak harus mendapatkan hak istimewa saat mereka melakukan hal baik.

Hal ini untuk menunjukan bahwa perilaku positif yang mereka terapkan akan berdampak baik dalam hidupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Gangguan Makan
Gangguan Makan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.