Kompas.com - 13/03/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi organ reproduksi wanita Kompas.comIlustrasi organ reproduksi wanita

KOMPAS.com - Secara umum alat reproduksi wanita dibagi menjadi dua bagian, yakni alat kelamin luar dan dalam.

Berikut perbedaan antara keduanya:

Alat kelamin luar

Melansir buku Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Edisi 2 (2009) oleh dr. Ida Ayu Chandranita Manuaba, Sp.OG dkk., alat kelamin luar terdiri dari beberapa bagian, seperti:

1. Mons veneris

Mons veneris bisa disebut juga sebagai gunung venus. Bentuknya menonjol ke bagian depan menutup tulang kemaluan.

Baca juga: 3 Posisi Bercinta untuk Mendukung Terjadinya Kehamilan

2. Labia mayora (bibir besar)

Labia mayora berasal dari mons veneris, bentuknya lonjong menjurus ke bawah dan bersatu di bagia bawah.

Bagian luar labia mayora terdiri dari kulit berambut, kelenjar lemak, dan kelenjar keringat.

Sementara bagian dalamnya, tidak berambut dan mengandung kelenjar lemak. Namun, bagian ini mengandung banyak ujung saraf sehingga sensitif saat berhubungan badan atau seks.

3. Labia minora (bibir kecil)

Labia minora merupakan lipatan kecil di bagian dalam labia mayora.

Bagian depan labia minora mengelilingi klitoris. Kedua labia ini mempunyai pembuluh darah, sehingga dapat menjadi besar saat keinginan seks sedang bertambah.

lebia minora pada wanita dianalogikan seperti kulit skrotum pada pria.

Baca juga: 6 Posisi Bercinta Bagi Pasangan yang Sedang Mendambakan Momongan

4. Klitoris

Klitoris merupakan bagian yang erektil, seperti penis pada pria.

Klitoris mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf, sehingga sangat sensitif saat berhubungan badan.

5. Vestibulum

Bagian kelamin ini dibasahi oleh kedua labia kanan-kiri dan bagian atas oleh klitoris, serta bagian bekalang pertemuan labia minora.

Pada bagian vestibulum, terdapat muara vagina atau liang senggama, saluran kencing, kelenjar Bartholin, dan kelenjar sken.

Kelenjar-kelenjar itu akan mengeluarkan cairan pada saat permainan pendahuluan dalam hubungan seks sehingga dapat memudahkan penis untuk melakukan penetrasi.

5. Himen (selaput dara)

Himen adalah selaput tipis yang menutupi sebagian lubang vagina luar.

Pada umumnya, himen berlubang sehingga menjadi saluran aliran darah menstruasi atau cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar rahim dan kelenjar endometrium (lapisan dalam rahim).

Pada saat berhubungan seks untuk pertama kalinya, himen akan robek dan mengeluarkan darah.

Sedangkan setelah wanita melahirkan, himen menjadi tonjolan kecil yang disebut karunkule mirtiformis.

Alat kelami dalam

Organ tubuh wanita yang termasuk alat kelamin dalam, di antaranya yakni:

1. Vagina (saluran senggama)

Baca juga: Mitos atau Fakta, Persalinan Normal Bikin Bentuk Vagina Berubah?

Vagina merupakan saluran muskulomembranasea atau otot selaput yang menghubungkan rahim dengan dunia luar.

Bagian otot vagina diketahui berasal dari otot levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sehingga dapat dikendalikan dan dilatih.

Selain sarana hubungan seks, vagina mempunyai fungsi penting lain, seperti:

  • Jalan lahir bagian lunak
  • Saluran untuk mengalirkan lendir dan darah menstruasi
  • Saluran buang air kecil

2. Rahim (uterus)

Melansir Buku Kehamilan (2019) bikinan Dr. Ayustawati, Ph.D., rahim adalah bagian utama dari organ reproduksi yang berbentuk seperti buah pir dengan ukuran sekitar 8 x 5 cm dan ketebalan sekitar 3 cm.

Berdasarkan bentuknya, organ kandungan dapat dibagi lagi menjadi 4 bagian, yakni:

  • Fundus atau bagian dasar rahim yang merupakan bagian paling atas dari uterus yang permukannya berbentuk bundar dan paling sering diraba tingginya saat menentukan umur kehamilan
  • Korpus atau badan rahim yang merupakan bagian utama dari organ kandungan. Bagian ini memiliki dua lapisan dinding otot yang tebal dan elastis yang disebut myometrium dan parametrium. Elastisitas dinding kandungan tersebut adalah faktor utama yang memungkinkan bagi kandungan membesar saat janin berkembang
  • Istmus yang merupakan bagian organ kandungan di daerah di mana bagian kandungan mulai menyempit
  • Serviks atau leher rahim yang merupakan bagian palingbawah dari organ kandungan dan merupakan bagian yang menghubungkan antara kandungan dengan vagina. Leher rahim ini memiliki dinding yang bisa menjadi basah dan licin pada saat masa subur sehingga memudahkan bagi sperma untuk berenang dan bertemu dengan sel telur

Baca juga: Benarkah Adopsi Anak Bisa Memancing Kehamilan?

2. Kantung telur atau ovarium

Kantung telur pada wanita normalnya terdiri dari 2 buah.

Kantung telur ini berlokasi menggantung di sebalah atas kanan dan kiri kandungan, dekat dengan bagian fundus.

Fungsi dari kantung telur sendiri adalah sebagai tempat penyimpanan bakal sel telur atau folikel dan sebagai organ kelenjar yang bereaksi untuk memproduksi hormon reproduksi.

Kantung telur pada umumnya berbentuk seperti kacang atau almond dengan ukuran sekitar 3 - 2 cm dan ketebalan kurang lebih hanya 1 cm.

Pada saat baru lahir, seoang wanita bisa memiliki sel telur hingga 1-2 miliar di kantung telur.

Sel telur tersebut jumlahnya kian turun dengan bertambahnya usia karena sel telur menjadi layu dan mati.

3. Tuba fallopi

Tuba fallopi adalah bagian organ reproduksi yang berbentuk seperti pipa atau tuba.

Bagian tuba ini berfungsi sebagai lalu lintas sel telur saat dilepaskan dari organ kantung telur pada saat ovulasi untuk menuju ke arah kandungan.

Sel telur biasanya dibuahi oleh sperma di sekitar tuba falopi.

Apabila pembuahan itu terjadi, sel telur yang dibuahi akan menjadi zigot yang terus bergerak menunju ke arah endometrium yang kaya akan pembuluh darah

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X