Kompas.com - 23/03/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi kopi ShutterstockIlustrasi kopi

KOMPAS.com - Kopi telah menjadi minuman favorit banyak orang. Bahkan, minuman berkafein ini telah menjadi gaya hidup tersendiri.

Entah sebagai penghilang kantuk atau teman saat bersantai, kopi menjadi pilihan favorit.

Namun, tahukah Anda minuman berkafein ini juga membantu kita untuk meningkatkan daya tahan tubuh?

Melansir laman Copeman Health Care, minum kopi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan antioksidan di dalamnya.

Baca juga: Berbagai Dampak Negatif Memberi Hukuman Fisik Pada Anak

Ahli gizi Ashley Reaver juga mengatakan, kandungan antioksidan dalam kopi membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu memerangi inflamasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Secangkir atau dua cangkir kopi per hari membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh," ucap Reaver, dilansir dari laman theraflu.

Kandungan antioksidan di dalam kopi juga membantu mengurangi risiko jenis kanker tertentu, masalah kesehatan jantung, diabetes, osteoporosis dan penyakit neurologis.

Hal tersebut juga telah dibuktikan dalam riset yang diterbitkan Pharmacology & Therapeutics di tahun 2006.

Dalam riset tersebut, terungkap bahwa kafein dalam kopi dapat menekan produksi sitokin pro-inflamasi yang memiliki manfaat antibodi sehingga berefek positif pada pasien dengan penyakit radang kronis seperti radang sendi atau psoriasis.

Namun, manfaat tersebut bisa kita dapatkan jika mengonsumsi kopi dalam jumlah yang wajar, yaitu tiga hingga empat cangkir sehari.

Baca juga: Hindari Olahraga Berlebihan karena Justru Bisa Turunkan Imunitas

Efek konsumsi kopi berlebihan

Pasalnya, konsumsi kopi berlebihan bisa berefek negatif pada tubuh karena kandungan kafein di dalamnya.

Melansir laman Copenman Health Care, terlalu banyak kafein dapat menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh kita untuk melawan infeksi.

Selain itu, konsumsi kafein berlebihan dapat meningkatkan hormoin kortisol yang bisa meningkatkan kadar gula, kolesterol, dan trigliserida dalam darah.

Mengkonsumsi kafein dosis tinggi juga dapat menyebabkan atau memperburuk serangan panik, kecemasan, gelisah, gugup, susah tidur, sakit perut, takikardia, mudah tersinggung, dan kecanduan.

Baca juga: Berbagai Manfaat Tak Terduga Makanan Pedas

Kafein dalam kopi juga bisa menyebabkan insomnia. Melansir The Health Site, kafein dalam kopi dapat memblokir reseptor adenosin di otak. Inilah yang menjadikan kopi dapat meningkatkan kewaspadaan dan produktivitas. 

Sayangnya, efek tersebut dalam jangka panjang bisa menyebabkan insomnia. Padahal, kurang tidur bisa meningkatkan kadar kortisol yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. 

Bagi ibu hamil, konsumsi kafein berlebihan juga bisa meningkatkan risiko bayi dengan berat lahir rendah. 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X