Kompas.com - 01/04/2020, 14:00 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Memakai masker adalah salah satu cara untuk mencegah infeksi virus corona jenis baru.

Sayangnya, masker telah menjadi barang langkah di tengah situasi pandemi saat ini. Bahkan, petugas medis yang sangat membutuhkannya pun juga sulit mendapatkannya.

Kabar baiknya, kita bisa membuat sendiri masker untuk mencegah infeksi virus dengan bahan kain yang ada di sekitar kita.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga menyarankan petugas medis untuk menggunakan masker buatan sendiri sebagai upaya terakhir ketika tidak ada alat pelindung yang tersedia.

Baca juga: Bisakah Hewan Peliharaan Menularkan Virus Corona?

Melansir laman Business Insider, masker buatan sendiri memang kurang efektif untuk mencegah infeksi virus jika dibandingkan dengan masker bedah atau masker N95.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, masker berbahan kain ini adalah hal terbaik daripada kita tidak memakai alat pelindung.

Efektivitas masker kain

Efektivitas masker berbahan kain ini pernah diteltii dalam riset 2013 yang meneliti efektivitas masker berbahan katun untuk mencegah penyebaran influenza.

Dalam riset tersebut, peneliti membuktikan bahwa masker berbahan kain katun dapat mencegah penularan influenza secara signifikan.

Efetivitas masker bebahan katun tersebut bahkan mencapai sepertiga dari efektivitas masker bedah.

"Saat ini, petugas medis yang merawat pasien Covid-19 lebih membuuthkan masker N95," ucap Joyce Fulton, perawat medis dari California.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk memakai masker kain daripada masker yang ditujukan untuk petugas kesehatan.

Riset dari Cambridge University juga membuktikan hal serupa. Dalam riset tersebut, peneliti meletakan bakteri Bacillus atrophaeus dan virus Bacteriophage MS pada berbagai bahan rumah tangga.

Peneliti juga mengukur persentase efektivitas berbagai bahan rumah tangga dan membandingkannya dengan masker bedah.

Dari hasil riset, terbukti bahwa masker bedah memiliki efektivitas sebesar 97 persen dalam menangkap bakteri berukuran 1 mikron.

Sementara itu, tas vacum cleaner memiliki efektivitas sebesar 95 persen, lap makan memiliki efektivitas sebesar 83 persen.

Sedangkan kain katun sintetis memiliki efektivitas sebesar 74 persen dan kain katun alami memiliki efektivitas sebesar 69 persen.

Baca juga: Peran Vitamin C Dosis Tinggi di Tengah Pandemi Virus Corona

Membuat masker yang efektif

Banyak bahan di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan untuk menyaring partikel dari udara dan mengurangi paparan virus.

Kunci utama untuk membuat masker yang efektif adalah layering. Hal ini penting agar masker yang kita buat sesuai dengan bentuk mulut dan hidung kita sehingga partikel dari udara tidak bisa masuk.

Kita bisa membuat masker dengan 3 layer. Lapisan luar bisa menggunakan bahan yang halus. Sementara untuk lapisan tengah kita bisa menggunakan bahan yang ditenun rapat seperti nilon.

Untuk bagian dalam, kita bisa menggunakan katun alami agar pemakaian terasa nyaman.

Hindari membuat masker dari bahan wol atau jenis kain lain yang bisa menyebabkan alergi atau iritasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.