Kompas.com - 04/06/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi alpukat barmaliniIlustrasi alpukat

KOMPAS.com – Otak adalah organ tubuh vital yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh.

Berbagai tugas yang dipikul otak di antaranya, yakni menjaga jantung berdetak, paru-paru bernafas, memungkinkan tubuh bergerak, merasakan, dan berpikir.

Tak hanya itu, otak juga memiliki fungsi lain, seperti:

Penyimpan memori atau data gambar, teks, dan konsep dalam jumlah yang banyak

  • Mengatur irama sirkadian
  • Mengatur keseimbangan hormon
  • Mengatur aliran darah
  • Aktivitas alam bawah sadar

Baca juga: 9 Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi

Maka dari itu, penting kiranya bagi siapa saja menjaga kesehatan organ tubuh ini agar dapat berfungsi optimal.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu cara yang bisa dilakukan, yakni dengan mengonsumsi buah dan sayur untuk kesehatan otak.

Buah untuk kesehatan otak

Berikut beberapa buah yang baik untuk menunjang fungsi otak:

1. Beri

Melansir Health Line, buah-buahan beri mengandung antioksidan flavonoid.

Sementara, penelitian menunjukkan bahwa zat tersebut dapat membuat buah beri menjadi makanan yang baik untuk otak.

Antioksidan membantu dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif.

Baca juga: 7 Buah dan Sayur yang Baik Dikonsumsi untuk Menghilangan Bekas Jerawat

Antioksidan dalam buah beri termasuk:

  • Antosianin
  • Asam caffeic
  • Catechin
  • Quercetin

Tinjauan tahun 2014 mencatat bahwa senyawa antioksidan dalam beri memiliki banyak efek positif pada otak, termasuk:

  • Meningkatkan komunikasi antara sel-sel otak
  • Mengurangi peradangan di seluruh tubuh
  • Meningkatkan plastisitas, yang membantu sel-sel otak membentuk koneksi baru, meningkatkan pembelajaran dan memori
  • Mengurangi atau menunda penyakit neurodegeneratif terkait usia dan penurunan kognitif

Buah beri kaya antioksidan yang dapat menunjang kesehatan otak, antara lain:

  • Stroberi
  • Blackberry
  • Blueberry
  • Blackcurrant
  • Mulberry

Baca juga: Ragam Buah yang Perlu Dihindari Pemilik Golongan Darah A

2. Jeruk

Mengonsumsi jeruk yang kaya akan vitamin C penting dilakukan untuk mendukung kesehatan otak.

Hal itu dikarenakan, vitamin C adalah faktor kunci dalam mencegah penurunan mental.

Mengonsumsi makanan kaya vitamin C dalam jumlah yang cukup dapat melindungi dari penurunan mental dan penyakit Alzheimer yang berkaitan dengan usia.

Vitamin C juga merupakan antioksidan kuat yang membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel otak.

Selain itu, vitamin C mendukung kesehatan otak seiring bertambahnya usia.

3 Jambu biji

Sama halnya dengan jeruk, kandungan vitamin C dalam buah jambu biji yang tinggi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak.

Baca juga: Ragam Buah yang Perlu Dihindari Pemilik Golongan Darah O

Vitamin C termasuk antioksidan yang bisa dimanfaatkan untuk membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel otak.

Selain jeruk dan jambu biji, Anda juga bisa mendapatkan vitamin C dalam jumlah yang sangat baik pada buah kiwi dan tomat.

5. Apel

Ilustrasi apelshutterstock Ilustrasi apel

Melansir Medical News Today, apel adalah buah yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral, yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan.

Apel juga menyediakan berbagai zat yang termasuk antioksidan untuk membantu menetralisir radikal bebas.

Berbagai zat antioksidan tersebut, di antaranya yakni:

  • Quercetin
  • Katekin
  • Phloridzin
  • Asam klorogenik

Baca juga: 8 Manfaat Apel, Jaga Imunitas hingga Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Radikal bebas adalah molekul reaktif yang dapat menumpuk akibat proses alami dan tekanan lingkungan.

Jika terlalu banyak radikal bebas terakumulasi dalam tubuh, mereka dapat menyebabkan stres oksidatif, dan ini dapat menyebabkan kerusakan sel.

Kerusakan ini dapat berkontribusi pada berbagai kondisi, termasuk kanker dan diabetes.

Sementara, sebuah studi laboratorium pada 2019, menyimpulkan bahwa quercetin pada apel memiliki efek perlindungan saraf, mungkin karena bisa mencegah penciptaan spesies reaktif, sehingga membantu neuron bertahan dan terus berfungsi.

Oleh karena itu, apel pun diyakini dapat membantu mencegah hilangnya neuron terkait usia.

Pada 2015, hasil penelitian pada tikus menunjukkan bahwa suplementasi quercetin dosis tinggi dapat membantu melindungi sel dari jenis kerusakan yang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Baca juga: Makan Apel dengan Kulitnya atau Dikupas, Mana yang Lebih Baik?

Perlu dicatat bahwa sebagian besar studi jenis ini menggunakan quercetin dosis tinggi yang tidak mungkin ada dalam sumber makanan normal.

Selain itu, para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak penelitian pada manusia sebelum mereka dapat mengkonfirmasi bahwa quercetin meningkatkan kesehatan otak pada manusia.

Apel juga dinilai dapat mencegah terjadinya stroke.

Sebuah studi pada 2000 mengamati bagaimana mengonsumsi apel selama 28 tahun dapat memengaruhi risiko stroke pada 9.208 orang.

Para penulis menemukan bahwa mereka yang makan paling banyak apel memiliki risiko lebih rendah terkena stroke trombotik.

Apel mengandung banyak nutrisi yang dapat menurunkan risiko stroke.

Satu ulasan pada 2017 menemukan, misalnya, bahwa orang yang mengonsumsi serat paling banyak tampaknya memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Sementara, sebuah apel berukuran sedang dengan diameter 3 inci dan berat 182 gram (g) dapat menghasilkan 4,37 g serat.

Jumlah tersebut sekitar 13-20 persen dari kebutuhan harian orang dewasa, tergantung pada usia dan jenis kelamin mereka.

Baca juga: Benarkah Konsumsi Alpukat Bisa Menambah Berat Badan?

5. Alpukat

Melansir Web MD, penulis buku Superfoods Rx: Fourteen Foods Proven to Change Your Life, Steven Pratt, MD, menyebut alpukat hampir sama baiknya dengan bauh beri dalam meningkatkan kesehatan otak.

Ann Kulze, MD, penulis buku Dr. Ann's 10-Step Diet: A Simple Plan for Permanent Weight Loss & Lifelong Vitality, setuju dengan pendapat Pratt tersebut.

Alpukat memang benar adalah buah berlemak, tetapi, kata Kulze, itu adalah lemak tak jenuh tunggal, yang berkontribusi terhadap aliran darah yang sehat.

Baca juga: Ragam Sayuran yang Perlu Dihindari Pemilik Golongan Darah O

"Ketika aliran darah sehat berarti otak juga akan sehat," katanya.

Alpukat juga memiliki manfaat untuk menurunkan tekanan darah. Padahal, hipertensi adalah faktor risiko penurunan kemampuan kognitif.

Namun, alpukat mengandung kalori tinggi, jadi Kulze menyarankan, konsumsi buah ini sebaiknya hanya 1/4 hingga 1/2 dalam sehari.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

Health
Penis Bengkak

Penis Bengkak

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Health
Fibroadenoma

Fibroadenoma

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Health
Iritabilitas

Iritabilitas

Penyakit
11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Health
Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Penyakit
2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

Health
Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa

Penyakit
3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.