Kompas.com - 03/06/2020, 12:00 WIB
Sejumlah warga bersepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2020).  Mereka menggunakan masker. DOKUMEN PRIBADISejumlah warga bersepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2020). Mereka menggunakan masker.

KOMPAS.com – Banyak pecinta olahraga khawatir dengan penggunaan masker saat olahraga bisa menimbulkan bahaya.

Ketakutan itu salah satunya didasarkan pada pertimbangan pakai masker bisa membuat napas kurang lega, sesak, dan tidak nyaman.

Ada juga yang mungkin khawatir pakai masker bikin keracunan karbon dioksida (CO2).

Baca juga: Pakai Masker Bisa Picu Jerawat, Ini Tips Perawatan dari Dokter Kulit

Sementara, di tengah pandemi Covid-19, penggunaan masker di luar rumah, termasuk saat berolahraga ini tak boleh ditinggalkan untuk mencegah penularan virus corona.

Lalu, apakah benar penggunaan masker saat berolahraga bisa berbahaya?

Pertimbangkan intensitas olahraga

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, menjelaskan apabila masker digunakan saat berolahraga, dapat dimengerti apabila ada yang akan merasakan sesak, terutama saat melakukan olahraga berintensitas berat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menilai wajar apabila penggunaan masker bisa membuat seseorang merasakan napas menjadi kurang lega, sesak, dan tidak nyaman. Hal itu dikarenakan, masker yang dipakai untuk melindungi pemakaiannya dari infeksi virus memang ditujukan guna menutupi area hidung dan mulut.

Menurutdr dr. Michael, hal yang tidak wajar dari hal tersebut adalah mengapa orang-orang harus berolahraga berat?

Berdasarkan Panduan Hidup Aktif Selama Pandemi Covid-19 dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), ditunjukkan kurva huruf “J” (dikutip dari “Immune function and exercise. Exercise Immunol Rev 2011 ), yaitu hubungan antara intensitas berolahraga dan resiko mengalami infeksi penyakit.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Dari titik awal kurva tersebut, yang berada di titik paling kiri memperlihatkan titik di mana kemungkinan terinfeksinya seseorang, yakni apabila tidak berolahraga.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sifilis

Sifilis

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Health
Psikosis

Psikosis

Penyakit
4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.