Kompas.com - 10/08/2020, 09:04 WIB
Ilustrasi sejumlah jenis sambal Nusantara beserta cabai yang menjadi bahan utama pemicu sensasi rasa pedasnya. SHUTTERSTOCK/ARIYANI TEDJOIlustrasi sejumlah jenis sambal Nusantara beserta cabai yang menjadi bahan utama pemicu sensasi rasa pedasnya.

KOMPAS.com - Apakah Anda penyuka makanan pedas? Mungkin Anda adalah salah satu orang yang tak bisa lepas dari kebiasaan makan sambal.

Banyak orang menyukai sensasi panas dan terbakar di lidah, bahkan sering kali membuat ketagihan.

Padahal, tak jarang hal itu membuat hidung dan mata kita berair karena kepedasan.

Baca juga: Jangan Takut Makan Pedas, Studi Buktikan Bisa Kurangi Risiko Stroke

Ya, ketika makanan pedas memasuki saluran pencernaan, mulut dan tenggorokan akan mulai menghasilkan lendir.

Saat makan makanan pedas, perut dan bagian usus akan mulai mengeluarkan cairan berlebih. Hal ini seperti membersihkan bagian kotor dengan air.

"Ketika mulut atau tenggorokan Anda bertemu benda asing yang berbahaya, pemikirannya adalah cairan itu membantu untuk membersihkannya," ungkap Dr Brett Comer, ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di AS dikutip dari Time.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas
Makanan pedas memang membuat ketagihan. Tapi ternyata juga punya banyak manfaat kesehatan. Apa saja?
Bagikan artikel ini melalui

Bagi beberapa orang, menurut Comer, lendir ekstra ini bisa mengakibatkan sakit perut hingga diare.

Meski membuat hidung berair bahkan mungkin diare, tapi ternyata makanan pedas memiliki banyak manfaat kesehatan.

Ini karena makanan pedas mengandung senyawa capsaicin yang memiliki efek fisiologis baik bagi tubuh.

1. Kurangi rasa sakit

Sebuah penelitian menemukan bahwa terapi capsaicin bisa menyebabkan "eksitasi" atau rangsangan unik dengan mengunci jenis reseptor nyeri tertentu.

Halaman:

Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

Health
Lidah Perih

Lidah Perih

Penyakit
15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.