Memahami Gejala dan Cara Mengatasi Alergi MSG

Kompas.com - 13/08/2020, 07:33 WIB
Ilustrasi MSG Ilustrasi MSG

KOMPAS.com - Monosodium glutamat atau MSG merupakan zat aditif yang sering ditambahkan ke dalam makanan sebagai penambah rasa.

Meski demikian, MSG seringkali dianggap buruk karena dapat menyebabkan alergi dan berbagai efek samping.

Riset 2016 membuktikan bahwa MSG bersifat genotoksik, yang berarti merusak sel, materi genetik, serta limfosit manusia.

Riset 2014 juga mengklaim MSG dapat menyebabkan perilaku seperti depresi karena perubahan serotonin, neurotransmitter di otak yang memengaruhi suasana hati dan emosi.

Riset tersebut juga membuktika bahwa MSG juga bisa menyebabka reaksi alergi pada beberapa orang.

Baca juga: Apa itu Sleep Apnea?

Gejala

Gejala yang ditimbulkan akibat alergi MSG antara lain:

  • kesemutan
  • sakit kepala
  • sensasi terbakar di dada.

Mereka yang sensitif terhadap MSG juga rentan mengalami sakit kepala, gatal-gatal, pilek atau hidung tersumbat, mati rasa, dan pembengkakan di wajah.

Dalam kasus yang serius, konsumsi MSG juga bisa menyebabkan nyeri di dada, palpitasi jantung, sesak napas, bengkak di tenggorokan, serta anafilaksis.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Reaksi alergi yang terjadi secaa ringan bisa menghilang dengan sendirinya.

Namun, reaksi alergi yang parah bisa menyebabkan anailaksis yang memerlukan perawatan darurat dalam bentuk suntikan epinefrin.

Halaman:

Sumber Healthline
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X