Kompas.com - 23/08/2020, 13:31 WIB
Ilustrasi mata iritasi Shutterstock.comIlustrasi mata iritasi

KOMPAS.com – Mata kedutan atau myokymia adalah kejang otot kelopak mata yang berulang dan tidak disengaja.

Mata kedutan biasanya terjadi di kelopak mata atas, tetapi bisa juga terjadi di kelopak mata bawah.

Bagi kebanyakan orang, kedutan ini sangat ringan dan terasa seperti tarikan lembut pada kelopak mata.

Baca juga: 15 Penyebab Mata Kering dan Cara Mengatasinya

Namun, sebagian orang mungkin bisa mengalami kedutan yang cukup kuat untuk memaksa kedua kelopak mata menutup sepenuhnya. Ini adalah kondisi berbeda yang disebut blepharospasm.

Kejang biasanya hanya terjadi setiap beberapa detik selama satu atau dua menit.

Episode kedutan kelopak mata tidak dapat diprediksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mata kedutan dapat terjadi terus menerus selama beberapa hari.

Kemudian, Anda mungkin tidak akan mengalami mata kedutan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Kedutan tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya, tetapi mungkin mengganggu Anda.

Kebanyakan kejang akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, mata kedutan dapat menjadi tanda peringatan awal dari gangguan gerakan kronis, terutama jika kejang tersebut disertai dengan kedutan wajah lainnya atau gerakan yang tidak terkendali.

Baca juga: 11 Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami

Penyebab mata kedutan

Kejang kelopak mata dapat terjadi tanpa penyebab yang bisa diidentifikasi.

Karena jarang terjadi pertanda masalah serius, penyebabnya biasanya tidak diselidiki.

Melansir Health Line dan Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab mata kedutan yang dapat dipahami:

1. Mata lelah

Menggunakan mata untuk bekerja seharian di depan layar komputer atau gawai dapat membuat mata lelah.

Mata lelah ini dapat menjadi penyebab mata kedutan akibat saraf mata yang menegang.

Untuk mengatasi mata kedutan ini, Anda perlu mengistirahatkan mata secara berkala.

Anda juga dianjurkan dapat mengurangi waktu penggunaan komputer dan gawai untuk mencegah mata lelah.

Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Mata Ikan secara Alami dan dengan Bantuan Obat

2. Kurang tidur

Kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko mengalami mata kedutan.

Sebagai cara mengatasi mata kedutan akibat kurang tidur, Anda perlu memenuhi kebutuhan istirahat atau tidur malam.

3. Iritasi mata

Mata kedutan dapat juga disebabkan oleh iritasi mata, misalnya iritasi pada korne atau konjungtiva (lapisan dalam kelopak mata).

4. Mengonsumsi kafein

Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein dapat meningkatkan risiko saraf mata menegang dan berdampak pada mata kedutan.

Untuk mengatasinya, Anda perlu membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, soda, termasuk minuman berenergi.

5. Merokok dan konsumsi alkohol

Seperti kafein, zat yang terkandung dalam arap rokok maupun alkohol dapat meningkatkan saraf mata menegang dan menyebabkan mata kedutan.

Oleh sebab itu, segera batasi atau hindari konsumsi alkohol dan penggunaan rokok sebagai cara mengatasi mata kedutanan, termasuk menghindari beragam masalah kesehatan lainnya.

Baca juga: 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik

6. Efek samping obat

Penyebab mata kedutan lainnya yang bukan penyakit adalah efek samping penggunakan obat-obatan tertentu.

Obat-obatan, seperti antiepileptik dan antipsikotik diketahui dapat memengaruhi saraf dan otot sehingga bisa pula menyebabkan otot menegang dan tremor (tubuh gemetaran).

Selian itu, obat diuretik untuk mencegah penumpukan cairan dalam tubuh juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan magnesium.

Sementara, magnesium sangat diperlukan tubuh untuk menunjang kinerja saraf dan otot. Jika asupan jenis mineral ini tidak tercukupi, otot tubuh rentan mengalami kejang.

Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda merasa terganggu dengan mata kedutan yang diduga disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tersebut.

Baca juga: 7 Obat Asam Urat untuk Atasi Nyeri dan Turunkan Kadar Asam Urat

Dokter mungkin saja bisa memberikan alternatif obat lain yang tidak menimbulkan efek serupa.

7. Stres

Stres pikiran pada kenyatannya dapat memengaruhi kesehatan fisik banyak organ tubuh, termasuk menjadi penyebab mata kedutan.

Meski tidak semua orang yang sedang stres akan mengalami mata kedutan, namun stres bisa menjadi salah satu faktor pemicunya.

Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan relaksasi sejenak guna meredakan stres jika ingin mata kedutan hilang.

8. Asupan nutrisi tidak seimbang

Asupan nutrisi tidak seimbang, misalnya kurang magnesium dapat pula memicu mata kedutan.

Oleh sebab itu, pastikan kebutuhan zat gizi Anda terpenuhi secara memadai setiap harinya jika ingin terhindar dari mata kedutan.

Baca juga: 17 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami

9. Blepharospasm

Seperti yang disudah dijelaskan di awal, mata kedutan dapat disebabkan pula oleh kondisi medis Blepharospasm.

Blepharospasm adalah kontraksi otot-otot kelopak mata yang abnormal. Kondisi ini merupakan penyebab kedutan mata kronis yang cukup langka.

Blepharospasm biasnaya memengaruhi kedua mata.

Dalam kasus parah, kedutan bisa terjadi selama berjam-jam dan sangat sering.

Penyebab blepharospasm tidak diketahui secara pasti, tapi para ahli kesehatan percaya kondisi medis ini terjadi karena adanya gangguan pada ganglia basal otak.

Ganglia basal otak adalah bagian otak yang mengatur fungsi motorik dan menghambat gerakan yang tidak menentu.

Baca juga: 10 Masker Alami untuk Menghilangkan Jerawat

Gejala blepharospasm yang perlu diwaspadai, antara lain yakni:

  • Mata berdenyut terjadi pada dua sisi
  • Sering kali berkedip
  • Mengalami fotofobia atau sensitif dengan cahaya yang terang
  • Kedutan di mata sangat mudah terjadi ketika stres, cemas, atau khawatir
  • Saraf kelopak mata menegang dalam satu jam maupun lebih
  • Pada kasus parah, dapat menyebabkan kebutaan karena penderita mungkin akan kesulitan membuka mata
  • Sensasi berdenyut pada mata dapat menyebar ke bagian wajah lainnya, seperti rahang, mulut, pipi, dan leher secara spontan

Jika mendapati berbagai gejala tersebut, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

10. Gangguan otak atau saraf yang lebih serius

Meski sangat jarang terjadi, mata kedutan dapat pula disebabkan oleh gangguan otak atau saraf yang lebih serius.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Beda Tumor Payudara Jinak dan Kanker Payudara

Gangguan otak dan saraf yang dapat menyebabkan mata kedutan, meliputi:

  • Bell’s palsy (facial palsy), yaitu kondisi yang menyebabkan salah satu sisi wajah Anda terkulai ke bawah
  • Dystonia yang menyebabkan kejang otot yang tidak terduga dan bagian tubuh di area yang terkena terpelintir atau berubah bentuk
  • Distonia serviks (tortikolis spasmodik), yang menyebabkan leher kejang secara acak dan kepala berputar ke posisi yang tidak nyaman
  • Multiple sclerosis (MS), yaitu penyakit pada sistem saraf pusat yang menyebabkan masalah kognitif dan pergerakan, serta kelelahan
  • Penyakit Parkinson yang dapat menyebabkan anggota tubuh gemetar, otot kaku, masalah keseimbangan,dan kesulitan berbicara
  • Sindrom Tourette, yakni gangguan yang menyebabkan penderitanya tiba-tiba melakukan gerakan atau ucapan berulang yang tidak disengaja dan di luar kendali, yang disebut tic

Untuk mengatasi mata kedutan ini, Anda harus mengobati dulu penyakit atau gangguan saraf dan otak yang melatarbelakanginya. Tentu hal tersebut membutuhkan penanganan tenaga medis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.