Kompas.com - 26/08/2020, 18:04 WIB

Selain akan membahayakan lever (hati), minum obat secara terus-menerus berisiko menyebabkan penderita lebih gampang terkena nyeri.

Baca juga: 7 Obat Asam Urat untuk Atasi Nyeri dan Turunkan Kadar Asam Urat

Pilihan obat sakit kepala

Pengobatan sakit kepala semestinya meliputi dua hal, yakni pengobatan simtomatis (mengatasi rasa nyerinya) dan pengobatan kausatif (menghilangkan penyebabnya).

Keduanya harus dilakukan secara beriringan.

Setelah rasa nyeri diatasi, penyebab nyeri juga harus dihilangkan.

Misalnya, jika sakit kepala dipicu oleh pola tidur yang tidak teratur.

Dengan demikian, seseorang harus juga mengatur pola tidur dengan lebih baik demi kesehatan.

Semenara, jika penyebab sakit kepala adalah stres, seseorang harus mengatasi dulu stres yang terjadi.

Apabila penyebab sakit kepala adalah hipertensi atau darah tinggi, maka penderita juga harus mengontrol tekanan darahnya.

Baca juga: 5 Obat Darah Tinggi untuk Mengatasi Hipertensi

Untuk mengatasi masalah nyeri yang muncul, kini telah tersedia banyak obat sakit kepala di pasaran.

Tak hanya di apotek, obat sakit kepala sekarang jamak juga bisa ditemui di toko kelontong.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.