Kompas.com - 04/09/2020, 12:08 WIB
Ilustrasi diabetes ThinkstockIlustrasi diabetes

KOMPAS.com - Obesitas atau berat badan berlebihan memang meningkatkan risiko kita untuk mengalami diabetes, baik diabetes tipe 1 atau 2.

Meski demikian, risiko diabetes tak hanya menghantui orang-orang dengan berat badan berlebihan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingginya risiko diabetes seperti genetika, gaya hidup, dan pola makan.

Untuk memahami apakah diabetes hanya terjadi pada mereka yang memiliki berat badan berlebih, kita juga harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang memicu berbagai jenis diabetes.

Baca juga: Lemak Perut Berlebih Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes, Begini Baiknya

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta yang memproduksi insulin di pankreas.

Akibatnya, pankreas tidak bisa memproduksi insulin. Padahal, insulin adalah hormon penting untuk menyalurkan gula ke sel-sel tubuh agar bisa digunakan sebagai energi.

Tanpa energi yang cukup, gula akan menumpuk pada darah dan memicu peningkatan glukosa.

Berat badan bukan faktor risiko pada diabetes tipe 1. Risiko penyakit ini bisa meningkat karena riwayat keluarga atau genetika.

Sebagian besar penderita diabetes tipe 1 pun memiliki berat badan dalam kisaran normal.

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi ketika pankeas tidak bisa memproduksi insulin dengan cukup atau sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin.

Faktor paling besar yang mempengaruhi penyakit ini adalah obesitas.

Namun, obesitas bukan satusatunya faktor yang bisa memicu diabetes. Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes tipe 2, seperti gaya hidup pasif, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, atau pola makan yang buruk.

Penyakit ini juga bisa terjadi karena buruknya distribusi lemak dalam tubuh.

Riset membuktikan, orang dengan berat badan normal namun memiliki banyak lemak di area perut juga berisiko tinggi mengalami diabetes tip 2.

Hal ini terjadi karena lemak perut juga terkait dengan respon stres tubuh yang juga bisa memicu peningkatan kadar gula.

Selain itu, lemak perut juga bisa melepaskan produk metabolisme langsung ke bagian tubuh yang membawa daruh menuju hati.

Baca juga: Menentukan Asupan Karbohidrat yang Tepat untuk Penderita Diabetes

Denga kata lain, lemak perut bisa menuangkan asam lemak ke hati, pankreas, jantung, dan berbagai organ lain yang tidak difungsikan untuk menyimpan lemak.

Hal ini bisa memicu disfungsi organ yang menyebabkan insulin tidak terkontrol, gula darah dan kolesterol jahat naik.

Diabets hanya terjadipada orang yang mengalami obesitas hanyalah mitos belaka.

Mitos tersebut bisa menjadi hambatan banyak orang untuk mendapatkan perawata dan diagnosis yang tepat.

Oleh karena itu, kita harus memahami berbagai faktor yang bisa memicu diabetes untuk mencegah risiko itu terjadi pada kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.