4 Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Kompas.com - 29/09/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi kanker serviks Ilustrasi kanker serviks

KOMPAS.com - Kanker leher rahim atau kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita.

Kanker serviks termasuk juga menjadi penyebab utama kematian karena penyakit kanker.

Di Indonesia sendiri dilaporkan setiap harinya ditemukan 41 kasus baru dan 20 kasus kematian yang disebabkan oleh kanker serviks.

Baca juga: 9 Cara Mencegah Kanker Serviks Saran Dokter Obgyn

Merangkum Medical News Today, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi virus HPV atau human papilomavirus yang menimbulkan perubahan perangai permukaan sel di serviks.

Dari sekian banyak HPV, diketahui hanya tipe HPV onkogenik tertentu yang paling sering menyebabkan kanker serviks, yakni HPV tipe 16 dan HPV tipe 18.

Penularan infeksi HPV ini dapat terjadi salah satunya karena hubungan seksual.

Risiko penularan virus kemudian menjadi meningkat bila wanita sering berganti-ganti pasangan seksual, perokok, dan telah terinfeksi HIV/AIDS maupun penyakit kelamin lainnya.

Penularan virus penyebab kanker serviks juga mudah terjadi pada wanita karena kekurangan asam folat serta zat-zat antioksidan seperti vitamin C dan vitamin A, termasuk pengguna KB hormonal jangka panjang.

Cara deteksi dini kanker serviks

Melansir Mayo Clinic, tingkat kematian wanita akibat kanker serviks selama ini terbilang cukup tinggi.

Hal itu sangat dipengaruhi oleh keterlambatan dalam deteksi kanker servik, sehingga penyakit baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut atau kanker sudah menyebar.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X