Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suar Muntah Darah, Kisah Dahlan Iskan Menjadi Penyintas Kanker Hati

Kompas.com - 18/10/2020, 09:09 WIB
Mahardini Nur Afifah

Penulis

KOMPAS.com - Nyaris 14 tahun, Dahlan Iskan menjalani hidup sebagai penyintas kanker hati atau liver.

Tapi, energi sosok mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini seolah tak pernah habis untuk membagikan perjuangannya bergelut melawan penyakit yang menggerogoti organ liver-nya.

Dahlan membagikan sepenggal perjalanan hidupnya melawan kanker hati di acara bincang-bincang Semangatku, Semangatmu Mengalahkan Kanker Hati via Instagram Live bersama Cancer Information and Support Center (CISC), Sabtu (17/10/2020).

"Hidup ini terlalu indah kalau hanya dilewatkan dengan kanker," ujar Dahlan penuh semangat, di hadapan seratusan peserta yang menyimak sesi obrolan tersebut.

Baca juga: Sering Tidak Disadari, Kenali Gejala Awal Penyakit Liver

Ingatan Dahlan lantas kembali diputar ke masa belasan tahun lalu, untuk mengajak peserta mengenal awal perjalanannya melawan kanker hati.

Laiknya penderita kanker hati lainnya, pria yang kini nyaris berusia 70 tahun ini berkisah, semula ia tidak menyadari jika kanker telah bersarang di salah satu organ vitalnya.

"Saya telat tahu karena asyik bekerja dan bekerja dan bekerja. Kerja paling cepat sampai jam tiga pagi. Paginya sudah bekerja lagi," kenang Dahlan.

Ia sempat tidak merasakan gejala kanker hati di tubuhnya. Sampai, suatu ketika Dahlan mengalami muntah darah.

"Saya tidak merasakan apa-apa di tubuh saya. Tahu-tahu muntah darah," ujar dia.

Baca juga: Kenali Penyebab Penyakit Liver dan Faktor Risikonya

Dahlan mengisahkan, sebelum didiagnosis kanker, ia merupakan pengidap hepatitis B. Ia semula tidak mengetahui muasal penyakit yang menyerang organ hati tersebut.

Namun, belakangan ia menyadari jika ibu, kakak, dan sepupunya juga memiliki riwayat gejala serupa hepatitis B dan meninggal karena penyakit tersebut di usia kurang dari 40 tahun.

Sebagai sosok yang dibesarkan di perdesaan, Dahlan menyebut pengetahuannya mengenai higienitas saat masih kecil minim, dan akses vaksin pencegahan hepatitis belum ada seperti saat ini.

"Semula saya tidak tahu hepatitis B menyebabkan sirosis. Saya juga tidak tahu sirosis jalan menyebabkan kanker. Tahu-tahu muntah darah, ke dokter, dan ditemukan banyak gelembung darah di saluran pencernaan yang siap pecah," kata dia.

Berawal dari situ, Dahlan mengetahui jika di liver-nya bersarang tiga buah kanker berukuran cukup besar dan puluhan bibit kanker.

Baca juga: Kenali Beragam Cara Penularan Hepatitis B

Turun mesin

Dahlanbercerita dirinya sempat menjalani beberapa jenis perawatan untuk menyembuhkan penyakit kanker hatinya.

Halaman:
Komentar
info anti keluhan medis nonmedis *gunawan bait"allah :booking aja *balowerti 2:25 kediri wa085745612366 terapi aura"alloh 5detik dijamin redasehat lahirbatin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau