Kompas.com - 23/10/2020, 19:37 WIB
Ilustrasi siklus haid, menstruasi tidak teratur SHUTTERSTOCK/StoryTime StudioIlustrasi siklus haid, menstruasi tidak teratur

KOMPAS.com - Masa subur adalah momentum saat peluang terjadinya kehamilan paling tinggi di sela-sela siklus menstruasi.

Siklus menstruasi para wanita bisa berbeda-beda. Biasanya setiap siklus berlangsung selama 28 hari. Tapi ada juga yang haid setiap 21 hari sampai 35 hari. 

Masa subur wanita berlangsung selama enam hari di antara siklus haid tersebut.

Baca juga: Kenapa Payudara Terasa Sakit dari Masa Subur sampai Menjelang Haid?

Melansir Your Fertility, masa subur terjadi di seputar hari saat sel telur dilepaskan dari indung telur lewat proses ovulasi.

Dengan mengetahui masa subur, pasangan bisa merencanakan kehamilan.

Untuk mengetahuinya, wanita yang punya siklus menstruasi teratur bisa menghitung masa subur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara menghitung masa subur

Melansir Parents, terdapat beberapa langkah untuk menghitung masa subur. Pertama, wanita perlu melacak siklus menstruasi.

Untuk mengetahui rentang atau lamanya siklus menstruasi, catat kapan hari pertama haid.

Hari pertama haid adalah hari 1. Sedangkan hari terakhir siklus menstruasi adalah sehari sebelum haid berikutnya.

Kedua, setelah mengetahui panjang siklus menstruasi, saatnya menghitung kapan terjadinya ovulasi. Ovulasi terjadi 14 hari sebelum menstruasi dimulai.

Baca juga: Berapa Lama Telat Haid yang Normal?

Jika rata-rata siklus menstruasi 28 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-14, sedangkan masa suburnya berada di sekitar hari ke-12, 13, dan 14.

Apabila wanita memiliki siklus menstruasi 30 hari, berarti masa suburnya berada di sekitar hari ke-16 dihitung dari haid pertama.

Puncak masa subur adalah tiga hari menjelang dan termasuk hari ovulasi.

Selain dengan cara manual, cara menghitung masa subur juga tak perlu repot. Cukup manfaatkan kalkulator masa subur seperti tautan berikut:

https://www.womenshealth.gov/ovulation-calculator

Kendati menggunakan kalkulator masa subur, wanita tetap perlu menandai hari pertama haid dan rentang siklusnya.

Baca juga: 10 Penyebab Haid Terlambat Selain Hamil

Ciri-ciri masa subur

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Apabila siklus menstruasi tidak teratur, masa subur sulit dihitung dengan cara manual maupun menggunakan kalkulator.

Kabar baiknya, wanita tetap bisa mengetahuinya dengan mengenali ciri-ciri masa subur.

Melansir Web MD, ciri-ciri masa subur wanita di antaranya:

  • Suhu tubuh naik 0,5 sampai satu derajat Celcius saat diukur dengan termometer
  • Kadar hormon luteinizing (LH) saat diukur dengan alat pengukur ovulasi meningkat
  • Lendir atau keputihan dari kemaluan tampak lebih jernih dan elastis seperti putih telur ayam mentah
  • Payudara nyeri
  • Perut kembung
  • Muncul sedikit kram di bagian samping tubuh

Dengan mengetahui kapan pastinya masa subur, pasangan dapat mengontrol kehamilan secara akurat.


Sumber WebMD,Parents,
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X