Kompas.com - 19/04/2020, 20:08 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Banyak orang beranggapan menstruasi atau haid terlambat karena hamil.

Padahal, banyak faktor yang membuat menstruasi seorang perempuan terlambat atau mundur dari jadwal yang semestinya.

Melansir Medical News Today, indung telur melepaskan sel telur melalui ovulasi.

Proses ovulasi umumnya terjadi setiap 28 hari. Jika tidak ada sperma yang membuahi sel telur, perempuan bisa mengalami menstruasi.

Baca juga: 8 Tanda-tanda Awal Kehamilan, Tak Hanya Telat Haid dan Mual

Rentang toleransi waktu maju atau mundur haid wanita biasanya selama lima hari.

Namun, beberapa kondisi bisa mendasari mengapa haid terlambat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir berbagai sumber, berikut penyebab wanita terlambat haid tapi tidak hamil:

1. Perubahan berat badan ekstrem

Berat badan naik atau turun secara drastis dapat menyebabkan hormon tidak stabil.

Ketidakstabilan hormon ini dapat membuat wanita terlambat datang haid atau tidak haid sama sekali.

Namun, umumnya perubahan siklus menstruasi tersebut tidak menetap dan bisa kembali normal seiring stabilnya kadar hormon.

Baca juga: Seberapa Efektif Koyo Nyeri Haid Meredakan Kram Datang Bulan?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X